This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 02 Desember 2018

Teknik Budidaya Udang Galah





Udang galah adalah jenis udang air tawar yang memang memiliki potensi pasar yang cukup besar karena banyak diminati oleh konsumen baik dalam negeri maupun luar negeri. Udang galah memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dengan harga jual mencapai Rp.80.000 per Kg. Ini menjadi daya tarik yang tinggi bagi para peminat bisnis sektor perikanan di Indonesia. Beberapa pasar luar negeri di antara nya adalah pasar Eropa, Jepang, dan beberapa negara lainnya. Harga jual yang cukup tinggi menyebabkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan budidaya ikan air tawar seperti lele, patin, emas, nila, dan lain-lain. Pasar udang galah masih terbuka cukup labar, sehingga merupakan peluang bisnis yang cukup menggiurkan.

Budidaya udang galah tidak sulit, hanya saja butuh ketelatenan dan ketekunan. Budidaya udang galah bisa dilakukan di kolam ataupun tambak darat.  Budidaya udang galah sudah meluas di berbagai daerah, di antaranya; Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali. Untuk menunjang keberhasilan kegiatan/usaha budidaya maka dibutuhkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan skala usaha yang dimiliki oleh pembudidaya.

Tahapan memulai budidaya udang galah adalah:
1. LOKASI BUDIDAYA
Perencanaan pembangunan wadah budidaya harus memenuhi persyaratan antara lain; kawasan bebas banjir dan pencemaran, jenis tanah liat berpasir, kolam dibuat pada ketinggian 0-700 meter dpl. Air tersedia sepanjang tahun, bebas polusi, sirkulasi air harus bagus, bebas pencemaran, bebas polusi. Debit air yang dianjurkan 0,5-1 liter per detik untuk luasan kolam 300-1.000 m2.
2. BAHAN DAN ALAT
Seperti budidaya di kolam pada umumnya, peralatan yang umum digunakan antara lain; alat pengangkut benih, serok, ember, seser, timbangan, Ayakan halus dari kain, cangkul.
3. PENGELOLAAN AIR
Sirkulasi air yang baik memegang peranan penting dalam pelaksanaan pembesaran udang galah. Sebaiknya air dikolam harus mengalir. Untuk kolam pemeliharaan dengan media yang tidak mengalir kualitas air cenderung menurun setelah satu bulan masa pemeliharaan. Untuk mengatasinya dapat dilakukan penggantian air sebanyak 30-50% dengan air yang baru. C, dengan pH 6,5-8,5. Oksigen°Suhu optimum yang diperlukan adalah 28-30 terlarut minimal adalah 4 ppm, diperlukan juga Ca minimal 52 ppm dan salinitas 0-5 ppt.
4. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT
Adanya hama dan penyakit ditentukan dengan pemeriksaan yang dilakukan secara visual terhadap organisme pengganggu baik yang bersifat predator maupun kompetitor. Hama yang sering mengganggu dikolam pemeliharaan adalah ikan-ikan liar yang masuk tanpa sengaja seperti ikan gabus, lele dan lain-lain. Untuk mencegah masuknya hama pemangsa tersebut perlu dibuat saringan pada pintu pemasukan dan pengeluaran air kolam berupa hapa yang terbuat dari jaring dengan mesh size 0,2 mm.
Dalam proses pembesaran diperlukan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebagai berikut :
Pengambilan contoh untuk pengujian kesehatan udang galah (Macrobrachium rosenbergii) dilakukan secara acak dengan jumlah udang sesuai dengan kebutuhan untuk pengamatan visual maupun mikroskopik.
Pengamatan visual dilakukan untuk pemeriksaan adanya gejala penyakit dan kesempurnaan morfologi udang galah (Macrobrachium rosenbergii) .
Pengamatan mikroskopik dilakukan untuk pemeriksaan jasad pathogen (parasit, jamur, virus dan bakteri) di laboratorium.
Penyakit yang sering menyerang adalah udang berlumut yang disebabkan kedalaman air di kolam kurang memadai dengan sirkulasi yang kurang baik, untuk mengatasi masalah dengan sirkulasi air bisa dipasang kincir angin.
5. MASA PANEN UDANG GALAH
Udang galah dapat dipanen setelah 4 bulan, 6 bulan, atau bahkan lebih, sesuai dengan ukuran udang yang dibutuhkan oleh konsumem. Biasanya udang galah dapat mulai dijual setelah mencapai ukuran 20 – 25 gram/ekor, tetapi semakin besar ukuran udang harganya juga semakin mahal.
Demikian beberapa tekis praktis budidaya udang galah, tahapan budidaya udang galah, serta gambaran keuntungan dari budidaya udang galah. Semoga dapat menginspirasi dan bermanfaat.
(sumber: buka-usaha.com)

Peluang Bisnis Dan Cara Produksi Tapioka


Jual Formula Bio Mocaf
087731375234



Tapioka adalah salah satu jenis tepung berbahan baku singkong yang banyak dibutuhkan oleh konsumen rumah tangga atau industri untuk aneka olahan makanan, pembuatan glukosa, dekstrin, nata de cassava, briket arang, bioetanol, dan lain-lain. Glukosa dan destrin sangat diperlukan oleh berbagai industri, antara lain industri kembang gula, pengalengan buah-buahan, pengolahan es krim, minuman dan industri peragian. Tapioka juga banyak digunakan sebagai bahan pengental, bahan pengisi dan bahan pengikat dalam industri makanan, seperti dalam pembuatan puding, sop, makanan bayi, es krim, pengolahan sosis daging, industri farmasi, dan lain-lain. Potensi pasarnya cukup besar, karena penggunaan tepung tapioka semakin variatif dan berkembang, sehingga kebutuhannya juga meningkat dari tahun ke tahun.

Industri tepung tapioka banyak terdapat di daerah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan baik skala home industri atau pabrikan. Harga tepung tapioka eceran fluktuatif berkisar Rp.6500 – Rp.8.500. Kemitraan antara petani singkong dengan para produsen tepung tapioka, sehingga produksi singkong dan tepung tapioka dapat ditingkatkan. Pada dasarnya semua jenis singkong dapat diolah menjadi tepung tapioka, namun untuk mendapatkan hasil yang terbaik sebaiknya singkong dipilih yang berkualitas baik yaitu warna putih, kadar pati tinggi, kulit tipis dan mudah dikupas, kadar HCN rendah di bawah 50 mg/Kg. Beberapa jenis singkong yang memiliki kualitas cukup baik untuk industri tepung tapioka antara lain; singkong Gajah, Darul Hidayah, Meni, Kaspro, Gatot Koco, Thailand, dan lain-lain.

Proses Produksi Tepung Tapioka

1.      Pengupasan
Pengupasan dilakukan dengan cara manual yang bertujuan untuk memisahkan daging singkong dari kulitnya dengan menggunakan pisau. Singkong setelah dikupas langsung dimasukan ke dalam bak pencucian agar tidak menimbulkan berkembangnya HCN. Selama pengupasan, dilakukan pula tahap pemilihan singkong yang berkualitas tinggi dari singkong lainnya. Singkong yang kualitasnya rendah tidak diproses menjadi tapioka dan dijadikan sebagai makanan untuk ternak.

2.      Pencucian
Pencucian dilakukan dengan menggunakan bak air yang mengalir atau dilakukan secara mekanis dengan menggunakan drum beruji yang berputar digerakan dengan mesin diesel. Lakukan pembilasan hingga bersih, sehingga warna tapioka putih bersih.

3.      Pemarutan.
Pemarutan dilakukan dengan mesin pemarut, sehingga cepat dan efesien. Mesin pemarut dapat dipesan di bengkel.

4.      Pemerasan
Tahap pemerasan ini dilakukan dengan menggunakan saringan goyang. Dimana setelah dilakukan pemarutan dan dihasilkan bubur singkong, lalu bubur singkong tersebut diletakkan di atas saringan yang digerakkan dengan mesin. Pada saat saringan bergoyang, ditambahkan pula air melalui pipa berlubang. Pati yang dihasilkan ditampung dalam bak pengendapan.

5.      Pengendapan.
Pati hasil pemerasan diendapkan dalam bak pengendapan selama 4 jam. Air di bagian atas endapan dialirkan dan dibuang, sedangkan endapan diambil dan dikeringkan. Dan dapat disimpan dalam bak pengendapan selama beberapa hari.

6.      Pengeringan.

Tahap pengeringan dapat menggunakan mesin oven (Suhu pengeringan   + 450C) atau menggunakan tenaga matahari. Hal yang penting diperhatikan adalah pengeringan tidak boleh terlambat karena akan menyebabkan perubahan kecoklatan dan berkembangnya jamur yang menyebabkan warna tepung tapioca kurang cerah. Kelemahan penjemuran dengan matahari adalah memerlukan lahan yang luas, dan seringkali cuaca kurang mendukung sehingga panas tidak optimal. Sedangkan mesin oven harganya cukup mahal berkisar 12 juta kapasitas 100 Kg dan 50 juta kapasitas 300 Kg. Sebaiknya tepung tapioka yang dihasilkan mengandung kadar air 13-15%.

Membuat Susu Kedele




Jual Ragi Kecap, Tempe, Tauco
087731375234

Susu kedelai adalah salah satu produk olahan kedelai yang sudah sangat popular dan digemari oleh banyak kalangan. Susu kedelai ini merupakan minuman alternatif susu sapi yang lezat dan sehat. Susu kedelai bisa diminum langsung maupun sebagai campuran bahan makanan lain, seperti cereal. Selain memiliki kandungan gizi yang tinggi dan baik bagi kesehatan, rasanya juga nikmat dan segar. Bahan baku kedelai merupakan bahan baku yang mudah didapat di Indonesia, baik kedelai lokal maupun kedelai impor, dan harganya juga relatif terjangkau berkisar antara 8-9 ribu per Kg.  Ada 2 jenis kedelai yaitu kedelai hitam dan kedelai kuning, umumnny kedelai hitam banyak digunakan oleh industri tahu dan tempe, sedangkan kedelai hitam umumnya digunakan untuk industri kecap. Sedangkan susu kedelai dapat dibuat menggunakan bahan baku kedelai kuning atau kedelai hitam.
Susu kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi, satu cangkir susu kedelai mengandung 5 gram total lemak, 80 kalori, dan protein sekitar 7 gram. Selain itu susu kedelai juga kaya vitamin B-6 dan mengandung magnesium, phosphorus, riboflavin, serta thiamin. Kalau dibandingkan dengan biji-bijian lain, kacang kedelai memiliki lebih banyak protein. Protein sendiri dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan memelihara jaringan tubuh, termasuk organ dan otot.  Bedanya dengan susu sapi adalah susu kedelai tidak mengandung kolesterol dan kandungan lemak jenuhnya juga sangat rendah. Salah satu manfaat dari konsumsi susu ini adalah memenuhi kebutuhan serat dan menyehatkan organ pencernaan.
Susu kedelai banyak kita jumpai di pasaran di warung hingga di supermarket. Produsen susu kedelai ada yang merupakan olahan pabrikan atau home industri. Agar pemasarannya luas, maka produk susu kedelai dikemas dengan kemasan plastik yang aman, dengan disertai label dengan desain yang menarik. 
Membuat susu kedelai relatif mudah, namun penting diperhatikan bagaimana membuat susu kedelai yang tidak langu dan berasa segar dan nikmat. Dalam proses pembuatan susu kedelai ini, pemanasan filtrat atau hasil saringan kedelai harus selalu diperhatikan. Cara membuat susu kedelai agar tidak langu itu cukup simpel, selama proses pemanasan, filtrat perlu diaduk terus sambil ditambahkan gula dan perasa (essens), seperti rasa moka, vanili, dan lain sebagainya.
Tujuan dari pengadukan adalah untuk bisa menghacurkan gula dan meratakan perasa, serta mencegah mendidihnya filtrat. Karena kalau filtratnya sampai mendidih, protein yang terkandung di dalam kedelai akan pecah atau rusak, sehingga susunya menjadi menggumpal, dan juga tidak bisa bertahan lama karena mudah terjadi pembusukan.
Langkah Dasar Membuat Susu Kedelai Murni
Langkah pertama adalah mencuci kacang kedelainya terlebih dahulu dengan air bersih, lalu rendam selama 5 jam sampai ukurannya jadi membesar dan terasa empuk. Setelah itu, bersihkan kulit arinya, dan juga hilangkan dari segala macam kotoran. Kemudian kedelai yang sudah direndam tadi dimasukkan ke dalam blender, lalu tambahkan air dengan perbandingan kira-kira 1:3, 1 mangkuk kedelai dicampurkan dengan 3 mangkuk air. Blender kacang kedelai sampai halus lalu saring dengan menggunakan kain putih atau kain kasa atau saringan yang lubangnya kecil. Bisa juga dilakukan blender dan penyaringan berulang dari 3 bagian air agar sari kedelainya keluar lebih banyak. Selanjutnya adalah perebusan. Tujuannya itu untuk membersihkan dari kuman, menambah khasiat bagi tubuh, serta mengurangi aroma kedelai yang masih langu. Pada tahap perebusan ini, kita bisa menambahkan bahan-bahan sesuai dengan keinginan, seperti daun pandan atau vanili, jahe, bubuk coklat, gula, sedikit garam, dan lainnya. Minuman ini cocok disajikan selagi hangat ataupun didinginkan terlebih dahulu di kulkas.

Cara Membuat Susu Kedelai Agar Tidak Langu
Bahan-bahan
½ kg kacang kedelai
1 bungkus vanili
Gula pasir secukupnya
Garam secukupnya

Alat-alat
Kompor
Blender / mesin susu kedelai
Panci
Saringan

Cara Membuat Susu Kedelai Sederhana
Pertama, siapkan kacang kedelai yang akan diolah, sortasi, dan cuci bersih dengan menggunakan air mengalir, bersihkan dari segala kotoran.
Setelah itu rebus kacang kedelai kurang lebih selama 15 menit.
Kemudian angkat rebusan kedelai, setelah itu rendam dengan menggunakan air bersih semalaman supaya terasa lunak dan kulit airnya mengelupas dengan mudah. Lalu tiriskan.
Blender dengan ditambahkan air secukupnya.
Tuang kacang kedelai yang sudah di blender ke dalam sebuah wadah, lalu tuangkan air mendidih secukupnya.
Saring untuk bisa memisahkan ampasnya.
Cara membuat susu kedelai agar tidak langu itu sebelum bisa dikonsumsi, ada baiknya susu kedelai yang sudah disaring tadi dimasak terlebih dahulu sampai mendidih untuk menghilangkan bakteri-bakteri jahat penyebab kuman, dan tentunya untuk membuat susu kedelai tidak langu.
Setelah rebusan susu kedelainya mulai mendidih, kecilkan api sambil terus mengaduk susu kedelainya selama kurang lebih 15 menit. Tahap perebusan ini sangat penting supaya sari-sari yang dimiliki kedelai tidak mengendap, selain itu juga untuk membuat susu kedelai buatan Anda tahan lama. Kita juga bisa menambahkan garam dan gula sesuai dengan selera Anda. Untuk menambah lezat aromanya, Anda juga bisa menambahkan vanili.

B. Manfaat Susu Kedelai Untuk Kesehatan
1.) Menurunkan Kolesterol
Berdasarkan hasil penelitian, susu kedelai memiliki kadar lemak jenuh yang rendah, karena sebagian besar lemaknya tek jenuh dan non-kolesterol, berbeda dengan susu sapi yang memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda dalam kedelai bisa menghambat pengangkutan kolesterol ke dalam aliran darah. Asupan kedelai yang rutin secara signifikan bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Jadi, susu kedelai aman untuk dikonsumsi sehari-hari.
2.) Menurunkan Berat Badan
Secangkir susu sapi memiliki sekitar 12 gram gula, sedangkan susu kedelai hanya 7 gram. Inilah alasannya kenapa jumlah kalori dalam satu cangkir susu kedelai jauh lebih sedikit kalau dibandingkan dengan susu sapi. Asam lemak tak jenuh tunggal dalam susu kedelai terbukti bisa menghambat penyerapan lemak di usus. Selain itu, minum susu kedelai bisa memberikan efek kenyang lebih lama. Jadi aman bagi Anda yang sedang diet.
3.) Mencegah Osteoporosis
Susu kedelai kaya akan kandungan gizi yang menyehatkan. Kandungan fitoestrogen dalam susu kedelai bisa membantu mempercepat penyerapan kalsium oleh tubuh dan juga mencegah hilangnya massa tulang.
4.) Sumber Protein
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, susu kedelai memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, terutama pada masa pertumbuhan. Susu kedelai memiliki kandungan protein yang jumlahnya hampir sama dengan susu sapi. Susu kedelai juga mengandung protein nabati yang bisa mencegah kerapuhan tulang belakang atau yang biasa disebut dengan ‘osteoporosis’.
5.) Baik Untuk Jantung
Lemak jenuh yang tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol buruk serta bisa meningkatkan resiko jantung. Susu kedelai dipercaya sangat baik untuk kesehatan jantung karena jumlah lemak jenuh pada susu kedelai sangat sedikit. Karena susu kedelai tidak mengandung kolesterol, jadi aman bagi Anda yang takut kegemukan.
6.) Mencegah Diabetes Melitus
Diabetes Melitus muncul karena tubuh kekurangan Insulin yang akan mengakibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein, lemak, air, dan elektrolit. Susu kedelai yang mengandung Asam Amino Glisin dan Asam Amino Arginin mampu menjaga keseimbangan Hormon Insulin. Selain itu, protein dalam susu kedelai lebih mudah diterima organ ginjal dibandingkan dengan protein hewani. Karena itu Susu Kedelai baik dikonsumsi oleh penderita Diabetes Melitus.
7.) Minuman Untuk Vegetarian
Bagi Anda para vegetarian, susu kedelai menjadi pilihan yang tepat untuk bisa mendapatkan sumber gizi yang tinggi tanpa harus mengkonsumsi makanan hewani. Selain enak dan menyegarkan, nilai gizinya tidak kalah dengan susu sapi. Susu kedelai merupakan minuman sumber vitamin (B1,B2,B6, dan provitamin A), sumber mineral (Kalsium, Magnesium, Selenium, Fosfor), sumber Karbohidrat, sumber Protein, dan sumber lemak.
8.) Mencegah Kanker
Susu Kedelai merupakan salah satu minuman kesehatan sumber mineral, selenium, Vitamin E, Isoflavon, dan Asam Amino Triptopan. Untuk mengatasi paparan radikal bebas pemicu, kanker diperlukan zat atau senyawa yang berfungsi sebagai anti-oksidan. Selain Selenium, anti-oksidan pada Susu Kedelai adalah Vitamin E dan Genistein, yang secara sinergis mampu menghalau kanker.
9.) Mencegah Penuaan Dini
Bagi setiap orang, menjadi tua adalah sebuah kepastian yang sebenarnya tidak perlu ditakutkan. Salah satu cara yang diyakini paling ampuh menangkal penuaan dini adalah dengan mengandalkan Anti Oksidan yang bersumber dari makanan atau minuman, dan anti-oksidan itu salah satunya bisa Anda dapatkan di susu kedelai.
Mengkonsumsi makanan atau minuman sumber anti-oksidan merupakan pilihan bijak, sekaligus pilihan tepat untuk mengatasi penuaan dini. Anti oksidan umumnya berasal dari golongan vitamin dan mineral; diantaranya vitamin B, E, C, Beta-Karoten, Chromium, Selenium, Kalsium, Tembaga, Magnesium, dan Isoflavon.
10.) Baik Untuk Hati
Kandungan lemak jenuh dalam susu kedelai sangat kecil terutama lemak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Selain itu susu kedelai juga tidak mengandung kolesterol sehingga sangat baik dikonsumsi orang yang menderita penyakit koroner.

Pemanfaatan Limbah Menjadi Pakan Ternak






Jual Aspergillus niger
087731375234

Salah satu aspek yang menentukan kesuksesan dalam usaha budidaya hewan ternak ruminansia (Sapi, Kerbau, Kambing) adalah ketersediaan pakan dalam jumlah yang cukup dan berkualitas. Agar hewan ternak produktifitasnya tinggi maka pakan yang diberikan harus bergizi dan cukup, serta harganya juga terjangkau. Masing-masing lokasi atau daerah memiliki potensi ketersediaan pakan yang berbeda-beda. Pakan ternak ruminansia terdiri dari pakan hijauan dan konsentrat. Ketersediaan pakan ternak seringkali fluktuatif baik jumlah maupun harga. Oleh karena itu, para peternak harus bisa memanfaatkan potensi SDA yang ada sekitar lokasi kandang sebagai pakan alternatif. Pakan alternatif tersedia dalam jumlah melimpah dengan harga yang murah, sehingga lebih efesien karena dapat menekan biaya produksi. Pakan ternak alternatif dapat dengan memanfaatkan dan mengembangkan limbah hasil pertanian dan perkebunan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi antara lain; jerami padi, jerami jagung, limbah sayuran, limbah kelapa sawit, limbah tebu dan limbah kakao. Jagung dan dedak (padi) adalah salah contoh bahan baku yang tersedia cukup memadai tetapi belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak. Limbah hasil pertanian dan perkebunan cukup tersedia di Indonesia, namun potensinya belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak. Pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan sebagai pakan ternak baru mencapai 30-40% dari potensi yang tersedia saat ini.
Permasalahan yang dihadapi dalam menggunakan pakan limbah pertanian dan perkebunan terdiri dari faktor pengetahuan peternak, kualitas pakan limbah pertanian dan perkebunan dan faktor lingkungan (cemaran). Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan dukungan teknologi dan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah hasil pertanian sebagai pakan ternak secara berkesinambungan.
Mutu pakan limbah hasil pertanian dan perkebunan dapat ditingkatkan dengan beberapa pendekatan, diantaranya melalui pengolahan (pretreatment) limbah hasil pertanian, suplementasi pakan dan pemilihan limbah pertanian/perkebunan. Pengolahan limbah hasil pertanian dilakukan dengan metoda fisik, kimia, biologis maupun kombinasinya. Bahan suplementasi diantaranya adalah leguminosa, kacang-kacangan maupun sisa pengolahan industri pertanian. Seleksi jenis limbah tanaman perlu pula dilakukan untuk mengurangi efek samping terhadap kesehatan ternak dan keamanan produknya. Seleksi dapat dilakukan dengan mengetahui terlebih dahulu mutu nutrisi pakan limbah pertanian/perkebunan, kandungan toksin dan/atau antinutrisi di dalam tanaman dan cemaran berbahaya pada tanaman. Limbah hasil pertanian organik merupakan alternatif yang dapat diterapkan untuk mendapatkan pakan limbah karena mampu mengurangi resiko terjadinya residu bahan beracun berbahaya pada produk ternak serta mengurangi ancaman terhadap kesehatan ternak.
Ketersediaan dan kontinyuitas bahan baku pakan ternak sapi sering kali menjadi kendala dalam budidaya sapi. Selain penyebarannya yang tidak merata, pemanfaatan bahan baku pakan ternak masih sangat terbatas. Dalam budidaya sapi, faktor-faktor yang perlu diketahui oleh peternak adalah tentang ketersediaan bahan baku pakan lokal, komposisi kimiawi bahan pakan, pengolahan, penyusunan ransum dan kebutuhan akan dibahas dalam makalah ini.
Beberapa jenis limbah hasil pertanian dan perkebunan cukup tersedia di berbagai daerah Indonesia, namun potensi limbah tersebut untuk digunakan sebagai pakan ternak belum dikembangkan secara optimal. Potensi ketersediaan beberapa limbah pertanian dan perkebunan yang dapat digunakan sebagai pakan ternak antara lain adalah:

1. Jerami padi
Jerami padi merupakan limbah hasil pertanian yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Ketersediaan jerami padi cukup melimpah di Indonesia. Namun demikian, pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak belum optimal karena rendahnya kandungan protein kasar (3 – 4%) dan tingginya kandungan serat kasar (32 – 40%) sehingga memiliki tingkat kecernaan yang rendah yaitu berkisar antara 35 – 37%. Rendahnya nilai gizi dan daya cerna bahan kering jerami padi maka inovasi teknologi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas jerami padi sebagai pakan ternak baik secara kimiawi, fisik dan biologis. Proses fermentasi jerami padi merupakan salah satu pendekatan secara biologis untuk meningkatan kualitas pakan jerami padi. Proses ini menggunakan biostarter untuk mempercepat peningkatan kualitas pakan dan untuk penyimpanan jangka panjang. Bahan biostarter yang umum digunakan adalah mikroorganisme (bakteri asam laktat: Lactobacillus sp.) dan jamur (Aspergillus niger).
Proses fermentasi dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap pengeringan dan penyimpanan. Proses fermentasi dapat dipercepat dengan penambahan urea untuk disimpan (dibiarkan) selama 21 hari sebelum digunakan sebagai pakan ternak. Jerami padi yang telah difermentasi memiliki penampilan bewarna coklat dengan tekstur yang lebih lunak. Kandungan nutrisi yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa fermentasi serta memiliki nilai gizi yang sebanding dengan rumput gajah. Beberapa penelitian melaporkan bahwa bahwa kandungan protein kasar pada jerami padi fermentasi meningkat dari 5,36% menjadi 6,78% yang sekaligus menurunkan kadar ADF dan NDF masing-masingnya mencapai 63,91% dan 66,03%. Kandungan protein tersebut ternyata cukup untuk memenuhi kebutuhan sapi potong. Untuk memperbaiki daya cerna pakan, energi metabolik dan daya cerna, maka pakan jerami padi fermentasi dapat ditambahkan beberapa bahan kimia seperti urea. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa proses fermentasi dapat menurunkan kandungan residu pestisida golongan organokhlorin (OC) maupun organofosfat (OP), yang mana keberadaan residu pestisida dalam pakan dapat membahayakan kesehatan ternak dan produk ternak yang dihasilkan.

2. Limbah kelapa sawit
Indonesia memiliki lahan kelapa sawit yang cukup luas tersebar di Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, dll. Bagian-bagian tanaman dari kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak terdiri dari daun, pelepah, lumpur, bungkil, dan bungkil inti sawit. Proses pengolahan kelapa sawit menghasilkan limbah bungkil sawit. Bungkil sawit sangat potensial dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi karena kandungan nutrisinya masih cukup baik. Pada umumnya produk samping yang diperoleh dari industri kelapa sawit dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu: (1) berasal dari kebun kelapa sawit (diantaranya pelepah dan daun) dan (2) dari pabrik pengolahan buah kelapa sawit (seperti bungkil dan lumpur). Limbah hasil pengolahan kelapa sawit juga mengandung serat kasar yang tinggi, namun kandungan protein kasar lumpur sawit dan bungkil kelapa sawit secara berurutan yaitu 14,58 % BK dan 16,33 % BK, sangat  potensial untuk digunakan sebagai bahan bakan ternak ruminansia.

3. Daun dan pelepah kelapa sawit
Daun dan pelepah kelapa sawit merupakan salah satu bahan pakan ternak yang memiliki potensi yang cukup tinggi, akan tetapi kedu abahan pakan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh peternakan sapi. Produksi daun/pelepah dapat mencapai 10,5 ton pelepah kering/ha/tahun. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan protein kasar pada kedua bahan pakan tersebut masing-masingnya mencapai 15% BK (daun) dan 2 – 4% BK (pelepah). Campuran kedua bahan pakan tersebut dapat meningkatkan kandungan protein menjadi 4,8%. Kedua bahan pakan tersebut mengandung lignin yang sangat tinggi dibandingkan dengan jerami padi yang hanya mengandung 13% BK. Tingginya kadar lignin di dalam pakan akan mengakibatkan rendahnya palatibilitas, nilai gizi dan daya cerna terhadap pakan. Nilai nutrisi pelepah sawit dapat ditingkatkan melalui amoniasi, penambahan molases, perlakuan alkali, pembuatan silase/pelet, perlakuan dengan tekanan uap yang tinggi dan secara enzimatis. Pemberian pakan daun kelapa sawit kepada sapi jantan dapat meningkatkan bobot badan sebesar 930 g/ekor/hari.

4. Lumpur sawit dan bungkil inti sawit
Lumpur sawit dan bungkil inti sawit adalah hasil ikutan dari pengolahan minyak kelapa sawit. Dalam proses pengolahan minyak kelapa sawit dapat diperoleh rendemen sebesar 4 – 6% lumpur sawit dan 45% bungkil inti sawit dari tandan buah segar. Setiap hektar tanaman kelapa sawit dapat menghasilkan 840 – 1246 kg lumpur sawit dan 567 kg bungkil inti sawit. Bungkil inti sawit telah lama dimanfaatkan sebagai pakan ternak untuk ruminansia dan babi yang sedang dalam masa pertumbuhan Sebaliknya lumpur sawit belum dimanfaatkan sebagai pakan ternak.  Lumpur sawit dan bungkil inti sawit dapat sebagai campuran konsentrat pakan 30-70 %, dan campuran dengan bungkil inti sawit (70%) sebagai pakan suplemen dan dapat memerikan pertambahan berat badan kambing jantan sekitar 54 – 62 g/ekor/hari dengan konversi pakan sebesar 8,1 – 9,4. Kandungan energi yang rendah dan kadar abu yang tinggi menyebabkan lumpur sawit tidak dapat digunakan secara tunggal tetapi harus dicampur dengan pakan lain. Untuk mengoptimalkan penggunan limbah pengolahan kelapa sawit yang berupa lumpur sawit dan bungkil inti sawit perlu memanfaatkan teknologi fermentasi dengan penambahan biostarter seperti Aspergillus niger.

5. Jerami jagung
Limbah jagung merupakan salah satu sumber pakan alternative yang potensial yang banyak dijumpai di Indonesia. Limbah jagung yang dimanfaatkan sebagai bahan pakan atau pakan ternak masih belum optimal berkisar 50% dari total limbah yang dihasilkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa limbah tanaman jagung belum dimanfaatkan secara optimal untuk pakan ternak, karena kualitas yang rendah dan mengandung serat kasar yang tinggi (27,8%).

Untuk meningkatkan kualitas bahan pakan jerami jagung, dapat dilakukan dengan fermentasi denga Aspergillus niger atau bakteri asam laktat.

6. Limbah tebu
Limbah utama dari tanaman tebu yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak adalah pucuk tebu/daun, molases, ampas tebu dan empulur (pith). Dari total produksi tebu dapat dihasil limbah tanaman tebu sebanyak 1,8 juta ton/tahun. Namun limbah tanaman tebu belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak. Pucuk tebu merupakan limbah tanaman yang sangat potensial untuk digunakan sebagai pakan ternak. Pemberian pucuk tebu pada sapi perah dan sapi potong dapat meningkatkan pertambahan produksi susu sebesar 2 kg susu per hari pada sapi perah dan berat badan sebesar 0,25 kg/hari pada sapi potong.
Bagas adalah limbah hasil penggilingan tebu atau hasil ekstraksi sirup tebu. Limbah ini umumnya digunakan sebagai bahan bakar dalam industri gula. Namun, bagas merupakan pakan limbah yang berkualitas rendah karena mengandung kadar ligno-selulosa yang tinggi. Intake bagas dapat ditingkatkan bila dicampur dengan 55% molases dalam ransumnya. Karena bagas merupakan bahan pembawa yang baik untuk molases, maka ransum ini akan sangat bermanfaat bila diberikan kepada ternak pada level optimum sekitar 20–30% konsentrasi ransum.
Molases adalah tetes tebu yang umumnya digunakan sebagai sumber energi dan untuk meningkatkan palatibilitas pakan basal, meningkatkan kandungan mineral Ca, P dan S, atau sebagai perekat dalam pembuatan pelet. Molases dapat memberikan hingga 80% energy metabolisibel untuk sapi potong dan pertambahan berat badan harian antara 0,7– 0,9/kg/hari pada saat persediaan rumput terbatas.

7. Limbah tanaman kakao
Tanaman coklat (Theobroma cacao, Linn.) tumbuh secara baik di daerah tropis, termasuk Indonesia. Kulit buah (pod) cokelat merupakan limbah utama dari tanaman coklat yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Limbah kulit buah kakao yang dihasilkan dapat mencapai 75,6% dari total biji kakao. Kulit buah coklat mengandung kadarprotein kasar (6 – 12%) sedikit lebih tinggi dari jerami padi, tetapi hampir setara dengan Kandungan serat kasar dalam kulit buah coklat memiliki kadar selulosa (27– 31%) dan hemiselulosa (10–13%) yang lebih rendah daripada jerami padi. Sementara itu, kadar lignin berkisar antara 12 – 19% lebih tinggi 2 – 3 kalinya dibandingkan dengan jerami padi (6%). Secara umum tingkat kecernaan kulit buah cokelat lebih rendah dibandingkan dengan jerami padi. Meskipun limbah tanaman cokelat lainnya seperti kulit biji dan lumpur kakao mengandung kadar protein kasar dan TDN yang lebih tinggi, namun produk samping tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak karena jumlah yang dihasil sangat rendah sekali.

Sukses Budidaya Sapi Perah





Jual Probiotik
087731375234

Sapi perah di Indonesia berasal dari Ras Sapi ( Fries Holland/Fresian Holstein). Sapi ini berasal dari negeri belanda yang dimasukan ke Indonesia pada zaman penjajahan belanda dulu. Warna sapi ini pada umumnya belang hitam putih. Setelah Indonesia merdeka, keturunan sapi ini menyebar ke seluruh pulau jawa. Pada pembangunan jangka panjang tahap pertama yang lalu, sapi-sapi  FH tersebut dimasukan kembali ke Indonesia dari sapi-sapi yang telah dikembang biakan di Australia, selandia baru dan Amerika.
Untuk memulai beternak sapi perlu memilih bibit sapi FH yang baik, adapun ciri-ciri bibit sapi perah yang baik adalah :
Umur  :  Sebaiknya mencari sapi betina yang sudah bunting berumur antara 2 - 2,5 tahun agar masa pemeliharaan sebelum berproduksi tidak lama. Untuk menentukan umur dapat dilihat dar keadaan gigi geligi
Gigi seri berganti : Umur 1,5 tahun 2 buah; Umur 2,5 tahun 4 buah; Umur 3 tahun 6 buah; Umur 4 tahun 8 buah.
Kepala : Agak panjang, moncong lebar, lubang hidung lebar, dahi lebar.
Mata  :  Bersinar terang.
Leher : Panjang ramping dan tipis.
Pundak : Ramping, melekat baik pada badan.
Tulang rusuk : Tipis, lebar, panjang mengembang, jarak antara dua rusuk lebar.
Paha  :  Ramping, antaranya lebar dilihat dari belakang.
Kulit  :  Tipis, Longgar, mudah dilipat, rambutnya halus dan mengkilat.
Tubuh  : Panjang, bagian belakang besar.
Dada :  Dalam berbentuk tong.
Perut  : Besar, lebar dalam.
Abing  : Besar ,Luas memanjang kearah perut berbentuk simetris, alastis, dalam keadaan kosong, kulitnya kendor dan belipat lipat.
Cermin susu : Panjang dan Lebar.
Kaki  :  Kering meruncing
Ekor  :  Bulu ujung berwarna putih.
Keadaan Umum : Kondisi tubuh tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus vena perut di bawah kulit ( vena subcutanous addominalis) : panjang,besar,bercabang cabang dan berkelok kelok.

Pakan
Sapi adalah ternak yang tergolong pemakan rumput dan termasuk ternak pemamah biak, artinya makanan utamanya adalah rumput.  Kebutuhan rumput untuk seekor sapi sehari semalam sepuluh persen (10%) dari berat badannya. Rumput pakan hendaknya diberikan campuran dari berbagai jenis rumput. Karena itu sebelum mulai beternak sapi perah usahakan menanam ruput terlebih dahulu. Untuk sapi perah yang dipacu
untuk dapat menghasilkan susu yang cukup banyak, perlu diberikan makanan tambahan yang disebut makanan konsentrat ( campuran dari berbagai olahan hasil pertanian seperti dedak, berbagai bungkil dan lain sebagainya) dengan pertimbangan tertentu.
Saat sekarang sudah banyak konsentrat hasil produksi pabrik pakan ternak maupun yang diproduksi oleh koprasi-koprasi peternakan. Pada dasrnya sapi perah membutuhkan zat-zat makanan yang terdiri dari :
1. Air
Untuk sapi perah dibutuhkan cukup banyak air, untuk sapi yang berat badanya lebih kurang 400 kg dengan produksi susu 10 liter, kebutuhan air 40-50 liter per hari. Sebaiknya air diberikan dalam persediaan terus menerus.

2.Karbohidrat
Dibutuhkan sebagai sumber energi untuk hidup, tumbuh dan menghasilkan susu.Kebutuhan ini dapat ditutup dari hijauan yang baik dan konsentrat.
3. Lemak
Sebagai energi pula . Sumber utama dari konsentrat.Konsentrat tidak boleh terlalu banyak mengandung lemak agar sapi tidak mencret.
3.Mineral
Dibutukan untuk membentuk jaringan tubuh dan produksi susu. Sumber selain dari rumput juga dari konsentrat dapat ditemui di toko-toko atau koprasi pruksi susu.
4.Vitamin
Sangat dibutuhkan , tetapi harus selalu ada dalam makanan. Vitamin yang harus tersedia di dalam makanan( ransum)  adalah vitamin A,D,E,K. Kekurangan vitamin bisa minimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Sumber berasal dari hijauan/ rumput.

HIJAUAN MAKANAN TERNAK / HMT
Sebagai mana telah dikemukakan diatas bahwa sapi adalah pemakan rumput. Dibutuhkan HMT seberat 10 %  dari berat badannya. jadi seorang peternak sapi yang memelihara 10 ekor sapi dewasa dengan berat rata-rata 400 kg/ekor, maka tiap hari dibutuhkan rumput lebih kurang 10x40=400 kg. Apabila peternak tidak ingin mengalami kesulitan menyediakan rumput, terutama dimusim kemarau, perlu lahan untuk menanam HMT. Sebaiknya sebelum mulai memasukan sapi kekandang,tanaman rumput hendaknya sudah ada,dan sudah ada yang berproduksi. Macam-macam HMT yang bias dibudidayakan untuk sapi perah adalah: rumput raja, rumput gajah, rumput  Benggala, rumput Australia, rumput Lampung, dedaunan bunga kupu-kupu seperti : Lamtoro,kaliandra,turi,gamal dsb.

Manajemen Pemeliharaan
Hal-hal yang paling erat dengan pemeliharaan adalah ; Kandang, Kesehatan, Pemeliharaan,Penanganan produksi, dan perlu juga diperhatikan kebersihan kandang, kebersihan ternak, kebersihan peralatan, pengaturan dan pengawasan pemberian ransum dan penjagaan kebersihan lingkungan.

1.Kandang
Kandang berfungsi sebagai tempat tinggal sapi, tempat bekerja pemeliharaanya dan tempat melakukan pengawasan kesehatan dan reproduksi. Kandang harus mempunyai bagian-bagian : Tempat istirahat sapi,tempat makan dan minum, selokan dan tampat penampungan sementara dan gudang pangan.Ukuran-ukuran kandang / bagian kandang adalah : -Tempat istirahat ternak untuk seekor dewasa ukuran 1,4mx,75m. Tempat makan dan Minuman berukuran 0,9m x 0,6 mdan 0,8 tinggi bibir dalam dalam dan luar.Pada bibir dalam dipasang besi beton untuk tempat mengikat sapi. Selokan 40 cm x 20 cm dalam, memanjang sepanjang kandang, diujungnya baik dibuat untuk menampung kotoran sementara, gudang luasnya sesuai dengan kebutuhan.Kandang daerah tropis tidak perlu berdinding,yang penting lantai harus keras, atap jangan dari seng.

2. Kesehatan
Kesehatan sapi merupakan faktor yang sangat menentukan bagi kehidupan, pertumbuhan dan produksi ternak. Makanan dan pemeliharaan sangat mempengaruhi kesehatan. Kesehatan juga bisa mengganggukarena penyakit yang menular maupun yang tidak menular. Bila ternak anda tampak terganggu kesehatanya segera hubungi petugas peternakan dari dinas peternakan atau paramedis dari koperasipeternakan stempat.

Pemeliharaan

1. Kebersihan Kandang
Kandang sapi perah harus selalu bersih, sebaiknya dicuci minimal 2 kali sehari, tiap ada kotoran yang abru keluarsebaiknya segera dibersihkan dan diangkat agar tidak ditiduri. Bila ada lab-laba hendaknya juga dibersihkan. Kandang yang kotor akan menjadi sarang bakteri dan ini akan mencemari susu. Bak makanan dan minuman selalu bersih, seluruh lantai kandang harus disikat supaya tidak licin.

2. Kebersihan Ternak
Sapi harus bersih, mandikan dua kali sehari,.Pagi sebelum diperah dan siang hari juga sebelum diperah. Hal ini dimaksudkan agar kotoran dari tubuh tidak mengotori susu waktu saoi diperah. Memandikan sapi juga berfungsi memlihara kesehatan sapi terutama menghindari berbagai penyakit kulit. Memandikan sapi harus dengan menyikat seluruh bagian tubuh agar semua kotoran yang melekat pada kulit dan disela-sela bulu bersih. Perlu pula diperhatikan akan kebersihan kuku yang akan mengakibatkan pembusukan pada kuku.Bila ini terjadi maka sapi akan merasa sakit terus menerus dan tidak tahan berdiri, akan selalu tidur dan ini akan menimbulkan berbagai gangguan lebih lanjut.

3.Kebersihan peralatan
Kebersihan peralatan terutama peralatan susu( ember,milk can, saringan, literan susu) harus dijaga. Peralatan susu sehabis dicuci bersih, sebaiknya dibilas dengan air mendidih atau menggunakan zat penghapus hama tertentu, kemudian dijemur. Hal ini dimaksudkan untuk mengilangkan bakteri yang bisa bersarang pada alat alat tersebut, lebih-lebih peralatan yang menggunaka persambungan dan bersudut.

4. Pengaturan dan Pengawasan Pemberian Ransum
Ransum sapi perah terdiri dari rumput dan konsentrat.Rumput dibutuhkan sebanyak 10% dari berat badan sapi yang bersangkutan. Sapi yang beratnya 400 kg membutuhkan rumput 40 kg.Rumput ini sebaiknya terdiri dari bermacam-macam rumput yang berkwalitas. Pemberian 3 kali sehari, 1/4 bagian pada pagi hari sehabis diperah,kira-kira jam 06.00-07.00; 1/4 bagian siang hari kira-kira jam 10.00-11.00 dan sisanya ½ bagian diberikan pada sore dan malam hari mulai jam 18.00. Konsentrat diberikan sebanyak sesuai ketentuan masa pertumbuhan, produksi dan masa kebuntingan. Diberikan dua kali sehari yakni 1/2 jam sesudah diperah pagi dan sebelum diperah siang. Sebaiknya diberikan dalam bentuk kering. Sebelum memberi ransum baik konsentrat maupun rumput, bak pakan harus dibersihkan dahulu dan sisa-sisa makanan sebelumnya dan dicuci. Selama pemberian makan hendaknya sapi diamati satu persatu tentang nafsu makanya , ini ada kaitanya dengan pemantauan kesehatan, juga perlu diamati kotoran dari sapi-sapi secara individual. Bila ada kelainan dan berpengalaman menaganinya laporkan segera ke petugas yang bersangkutan.

5.Pengaturan Pemberian Air Minum
Air minum harus diberikan dalam jumlah yang cukup. Seekor sapi perah dengan berat 400 kg dengan produksi susu 15 lt per hari, membutuhkan air minum sehari semalam sebanyak 3-4 kali dari air susu yang dihasilkan. Jadi antara45-60 liter. Untuk memudahkan pekerjaan pemberian air minum sebaiknya disediakan spanjang hari. Air minum hendaknya air minum yang bersih, air sumur/ air sumber/ air sungai yang telah mengalami pengendapan terlebih dahulu.

6.Penjagaan Kebersihan Lingkungan
Kebersihan lingkungan adalah suatu hal yang perlu mendapat perhatian dari semua masyarakat, lingkungan yang tidak bersih dapat menimbulkan pencemaran dan menimbulkan gangguan kesehatan. Lebih-lebih kotoran dari kandang, kalau kebersihan kandang dan lingkunganya tidak terpelihara selain mengganggu lingkungan yang bisa menimbulkan protes dari masyarakat, juga akan mengganggu kesehatan sapi-sapi itu.

Penanganan Reproduksi
Reproduksi atau perkebangbiakan adalah suatu hal yang sangat menentukan keuntungan sapi perah. Untuk dapat memperoleh hasil yang maksimal,sapi perah harus dapat beranak setahun sekali dan menghasilkan susu setiap tahun selama 300 hari. Oleh karena itu , pengaturan perkawinan sapi betina harus tepat waktu.
Untuk itu perhitungan waktu yang cermat tentang perkawinan dan mengenal sapi yang minta kawin(birahi) harus benar-benar dihayati. Sapi betina hanya kawin waktu birahi datang. Bila tidak dalam masa birahi sapi betina tidak mau dikawinkan. Sapi betina yang pertumbuhan badanya baiksudah bisa mulai dikawinkan pada umur 18 bulan. Sapi betina yang habis beranak bisa dikawinkan setelah 2,5 bulan beranak.
Tanda-tanda sapi berahi adalah sebagai berikut: Selalu gelisah, ingin melepaskan diri dari ikatan, selalu bersuara/ berteriak-teriak. Bibir kemaluan bengkak merah dan hangat. Bila dilepas berusaha menaiki sapi yang lain. Dari kemaluan sering keluar lendir yang agak jernih dan kental.
Tanda-tanda birahi ini harus dikenali betul oleh seorang peternak dan harus dikenali pada saat mulai timbul tanda-tanda tersebut. Oleh karena itu setiap saat peternak harus selalu melakukan pengamatan terhadap sapi-sapinya. Sapi betina yang tidak bunting akan timbul birahi setiap 18-24 hari sekali dengan lama birahi 18-36 jam.

Saat Mengawinkan yang tepat :
1.Saat sapi mulai birahi pagi hari --dikawinkan pada siang hari.
2.Saat sapi mulai birahi pada siang hari --dikawinkan pada sore hari
3.Saat sapi mulai birahi pada sore hari -- dikawinkan pada esok hari.

Cara mengawinkan sapi
1. Kawin alam : Yakni mengwinkan dengan menggunakan pejantan yang sudah dewasa. untuk itu diperlukan kandang khusus.
2. Kawin IB (Inseminasi Buatan) : untuk ini tidak perlu menggunakan pejantan, tetapi diperlukan tenaga terampil yang terdidik secara khusus yang disebut Inseminator disediakan oleh Dinas Peternakan maupun oleh koperasi.
Apabila waktu mengawinkan tepat,maka terjadilah kebuntingan. Mulai saat itu sapi tidak birahi lagi. Bila sapi betina yang sudah dikawinkan 18-24 hari kemudian birahi lagi berarti perkawinanya tidak menghasikan catakebuntingan, dan perlu dikawinkan lagi begitu seterusnyanya. Apabila sapi dikawinkan bunting, maka lamnya bunting bisa dihitung, yakni 9 bulan 10 hari sejak dikawinkan. Bila sapi yang dikawinkan tidak birahi lagi maka setelah 3 bulan dari saat dikawinkan bisa diperiksa kebuntinganya yang dikenal dengan istilah PKB,Semua kejadian tersebut ( birahi, kawin ,PKB)
hendaknya di catat sehingga saat akan melahirkan bisa dikira-kira dan dapat diadakan persiapan seperlunya,misalnya menyiapkan kandang untuk anaknya.
Beberapa hari sapi akan beranak akan memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut :
--Ambing membesar.
--Otot sekitar vulva ( kemaluan ) mengendor juga otot kanan kiri pangkal ekor mengendor dan legok.
Beberapa jam sebelum sapi akan beranak : Kelihatan sapi gelisah, sebentar tidur, sbentar terbangun, sering kencing-kencing sedikit, berak sekali, dan keluar lendir dari kemaluan. Bila terjadi kelahiran normal akan timbul tanda-tanda :
--Muncul kedua kuku depan
--Munculnya kedua kaki depan dan diikuti munculnya moncong atau kepala anak sapi.
Pertolongan  :--Dalam keadaan kedua diatas, bantulah menarik kedua kakinya pelan-pelan.Bila belum berpengalaman setelah melihat tanda-tanda sapi akan beranak panggilah petugas.
Pertolongan Anak : -- Setelah anak keluar segeralah potong tali pusarnya , tinggalka 10 cm dari badan dan olesi dengan yodium, lubang hidung dibersihkan dari lendir dan seluruh tubuhnya dikeringkan dengan menggunakan lap kering. Tindakan terhadap induknya: --bersihkan pantatnya dari kemungkinan adanya darah.

Awasi balinya , bali akan keluar paling lambat 36 jam setelah beranak, bali yang masih menggantung harus dijaga jangan sampai terinjak atau dimakan anjing, bali yang keluar harus ditanam sampai dalam. Induk yang baru beranak sebaiknya diberi air gula untuk menambah kekuatan, segera panggil petugas untuk memberi pertolongan.

Perlakuan dan Pemeliharaan Anak.
Setelah anak sapi dibersihkan dari lendir dan tali pusarnya telah diolesi yodium ditempat yang jauh dari induknya, lebih kurang 30 menit kemudian anak ini akan berdiri dan berusaha mencari induknya untuk menyusu. Bila induknya sewaktu akan beranak dipisah dari sapi-sapi lainya, biarkan satu hari yang lahir menyusul induknya, pada hari kedua pisahkan masukan kandangtersendiri. Kira-kira 3 jam anak lahirharus mendapat susu dari induknya sendiri, yang dinamakan susu jolong / kolostrum.
Jumlah susu yang diberikan kepada anak sapi ;
= Umur 1 hari diberikan 2 liter susu          ------3x pemberian.
= Umur 2-6 hari diberikan 3 liter susu       ------3x pemberian.
= Umur 1-3 minggu diberikan 4 liter susu  ------3x pemberian.
= Umur 3-6 minggu diberikan 5 liter susu  ------3x pemberian.
= Umur 1,5-2 bulan diberikan 4liter susu   ------3xpemberian.
= umur 2-2,5 bulan diberikan 3 liter susu   ------2x pemberian
= Umur 2,5-3 bulan diberikan 2 liter susu  ------2x pemberian.
= Umur 3-3,5 bulan diberikan 1 liter susu -------2x pemberian.

Mulai umur satu bulan susu yang diberikan ditambah konsentrat 0,25 kg dan bila sudah mau memakanya mulai ditambah sedikit demi sedikit hingga umur 3,5 bulan, saat disapih jumlah konsentrat mencapai 1 kg. Selanjutnya jumlah kosentrat ditambah sedikit demi sedikit hingga umur 6 bulan mencapai 1,5 kg. Pada umur satu tahun mencapai 2 kg dan pada umur 1,5 tahun mencapai 3 kg. Mulai umur dua minggu sudah boleh disediakan rumput,jangan terlalu muda tapi jangan terlalu tua. Setiap hari kandang anak dan anak harus dibersihkan, dicuci. Dari segi kesehatan yang perlu diperhatikan adalah, anak sapi pada umumnya terkena mencret/diare dan kembung perut/tympani. mintalah petunjuk pada petugas dan cara mengatasinya.
 
Pemerahan
Beberapa jam setelah sapi beranak mulailah keluar air susunya. Kira-kira tiga jam setelah sapi beranak hendaknya diperah kalau anaknya tidak disusukan pada induknya. Sampai hari ke 5-7 susu warnya masih kemerahan dan susu ini harus diberikan kepada anaknya. Susu ini disebut susu jolong. Anak sapi yang baru lahir harus diberi susu jolong ini, kalu tidak pada hari pertama atau hari kedua bisa mati. Kelebihan susu jolong yang tidak habisuntuk anaknya sendiri bisa dberikan kepada anak sapi lain, sebab susujolong ini belum bisa dikonsumsi orang.
Pemerahan berikutnya dilakukan 2-3 kali sehari tergantung jumlah susu yang dihasilkan sapi bersangkutan. Sebelum diperah sapi dibersihkan/ dimandikan, terutama diaderah sekitar ambing harus bersih.

Cara pemerahan:
Siapkan alat-alat yang digunakan untuk keperluan (kain lap, ember bersih, tempat duduk, vaselin, bila perlu tali kecil.

1. Duduklah disamping kanan belakang sapi, sapi yang nakal kedua kaki belakang diikat.
2. Ambing yang sudah dicuci dilap hingga kering.
3. Ambang diraba-raba (diurut pelan-pelan) dari atas kebawah untuk merangsang turunya air susu, sebaiknya dengan air hangat.
4. Urut tiap-tiap puting dengan menggunakan vaselin untuk mengeluarkan susu, pancaran pertama dibuang.
5. Terus dilakukan pemerahan yang sebenarnya, 2 puting secara bergantian, sampai tidak keluar air susunya
6. Susu ditampung diember yang dicepit diantara dua kaki/ lutut pemerah atau bisa diletakan dilantai.
7. Ambing dicuci kembali dan dilap.
8.Susu hasil pemerahan dipindah ke tempat susu ( milk can ) sambil di liter dan di saring.
9. Lakukan pencatatan hasil tiap ekor sapi, setelah selesai proses pemerahan susu siap dipasarkan.

Cara Membuat Tauco




Jual Ragi Kecap, Tauco, Tempe
087731375234


Tauco adalah salah satu produk makanan yang sangat digemari di Indonesia. Tauco dihasilkan dari proses fermentasi kapang. Kapang merupakan salah satu jenis mikroba yang biasa disebut sebagai jamur, namun bukan jamur merang atau jamur shiitake yang biasa Anda konsumsi, melainkan jamur yang berukuran mikroskopis. Di ‘keluarga’ mikroba, kapang memiliki ukuran yang paling besar, kehadirannya biasanya ditandai dengan tumbuhnya benang-benang halus berwarna–warni, tergantung jenis kapangnya. 

Jenis kapang yang paling umum digunakan dalam pembuatan tauco adalah kapang Aspergillus oryzae, Rhizopus oryzae, dan Rhizopus oligosporus. Enzim-enzim pencernaan seperti amilase, protease, dan lipase yang dilepaskan oleh kapang selama proses fermentasi, mengakibatkan terjadinya pemecahan kandungan zat gizi dalam kedelai sehingga membentuk komponen gizi yang lebih sederhana. 

Protein kedelai diubah menjadi asam amino, lemak menjadi asam lemak, dan karbohidrat dipecah menjadi asam-asam organik seperti asam laktat dan alkohol. Reaksi antara asam organik dan alkohol menghasilkan ester-ester yang merupakan senyawa pembentuk cita rasa dan aroma. Salah satunya adalah menghasilkan rasa umami. Oleh karena itu tak heran jika penggunaan tauco dalam masakan bisa membuat cita rasa masakan jadi lebih sedap. Warna tauco yang kecokelatan dihasilkan dari reaksi Mailard, yaitu reaksi antara asam amino dan gula yang terbentuk selama fermentasi. 
Dalam pembuatan tauco, biasanya ditambahkan tepung-tepungan seperti tepung beras, tepung terigu, atau tepung ketan. Tujuannya adalah menambah sumber ‘makanan’ yang dapat merangsang pertumbuhan kapang dan menambah volume produk yang dihasilkan.

Peluang Bisnis Mengolah Singkong Menjadi Nata De Cassava




Jual Bibit Nata (Acetobacter xylinum)
087731375234

Nata de cassava adalah nata yang terbuat dari singkong. Nata adalah produk hasil fermentasi mengandung karbohidrat dan nutrisi lainnya oleh bakteri Acetobacter xylinum sehingga terbentuk selulosa menghasilkan bahan berupa jel, kenyal berwarna putih. Nata umumnya dibuat sebagai campuran minuman sirup kemasan. Umumnya orang lebih mengenal nata de coco atau sari kelapa daripada nata dari bahan baku yang lain. Beberapa produk minuman nata yang telah banyak beredar di pasaran adalah wong coco, inaco, garuda food, santan kara, dan berbagai produk nata skala home industri. Permintaan produk nata de coco sangat besar, karena nata de coco merupakan produk dengan pemasaran yang sangat luas baik domestik maupun manca negara. Namun, produsen minuman nata de coco saat ini masih terkonsentrasi di Jawa, dan Sumatera. Sedangkan daerah lain yang juga penghasil kelapa, air kelapa nya masih belum termanfaatkan, bahkan menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Khususnya di daerah Jawa, air kelapa sebagai bahan baku nata de coco bersaing cukup ketat antara produsen nata de coco. Oleh karena itu, banyak produsen nata mulai mencari bahan baku alternatif untk membuat nata yang ketersediaannya melimpah, mudah mendapatkannya dan harganya murah. Nata de cassava yang merupakan nata berbahan baku singkong mampu menjawab kekurangan bahan baku air kelapa di daerah Jawa. Di Indonesia, singkong merupakan komoditas pertanian yang melimpah, dan harganya cukup murah.

Pengembangan industri nata de cassava akan membantu daya serap komoditas singkong di Indonesia khususnya pada saat panen raya. Pada saat panen raya singkong, harga singkong sangat murah, sehingga para petani seringkali mengeluh.
Bagi yang tertarik berwirausaha nata de cassava penting sekali untuk mempelajari bagaimana teknik produksinya. Secara umum tahapan proses produksi nata de cassava adalah sebagai berikut: pengupasan singkong; pencucian, pemarutan, pengenceran, perendaman, perebusan I, pendinginan, penyaringan, perebusan II, fermentasi, pemanenan, pengolahan. Untuk memproduksi nata de cassava dapat menggunakan formulasi  sebagai berikut: larutan singkong 50 liter, ZA 180 gr, Asam asetat 120 ml, enzim alfa-amylase 2,5 ml, enzim  beta-amylase 1,5 ml. Urutan proses pembutan nata de cassava adalah sebagai berikut:
Pengupasan
Singkong yang telah ditimbang, kemudian dikupas dengan menggunakan pisau. Kemudian singkong yang telah dikupas ditampung dalam ember yang berisi air agar tidak terjadi penambahan asam sianida yang menyebabkan warna singkong menjadi biru dan berasa pahit.
Pencucian
Singkong yang telah dikupas, kemudian dicuci hingga bersih dengan menggunakan air yang mengalir.
Pemarutan
Proses pemarutan dilakukan dengan menggunakan mesin pemarut. Proses pemarutan dengan menggunakan mesin pemarut lebih efesien dan lebih cepat.
Pengenceran Dan Perendaman
Singkong yang telah diparut kemudian diencerkan dengan penambahan air bersih kurang lebih 10 liter per 1 Kg umbi singkong yang telah dikupas.
Perebusan I
Setelah itu, rebus dengan menggunakan panci stainless 50 liter. Tambahkan enzim αlfa-amilasi sebanyak 5-10 ml. Kemudian lakukan pengadukan sampai merata. Setelah mendidih, larutan diangkat kemudian pada saat proses pendinginan mencapai suhu kurang lebih 60-65˚C ditambahkan enzim beta-amylase sebanyak 5-10 ml, biarkan sampai dingin kurang lebih 8-10  jam.
Penyaringan
Setelah larutan menjadi dingin lakukan penyaringan dan pemerasan/pengepresan dengan menggunakan kain atau menggunakan alat pengepres mekanik. Air larutan tersebut dibiarkan 2-3 hari supaya asam.
Perebusan II
Larutan sebanyak 50 liter yang telah disaring dan dipisahkan ampasnya, kemudian direbus lagi. Kemudian tambahkan asam asetat (jika diperlukan untuk menurunkan pH hingga 3-4). Tambahkan ZA (ammonium sulfat) sebanyak 200 gram hingga mendidih.
Fermentasi
Setelah larutan mendidih, susun nampan yang telah ditutup koran pada rak. Kemudian buka bagian salah satu bagian ujung nampan, tuangkan larutan ke dalam nampan kemudian ditutup kembali dan diikat dengan tali karet ban, disusun di rak sebagaimana dalam proses produksi nata de coco seperti di atas, kemudian diinokulasi dengan penambahan bibit Acetobacter xylinum sebanyak 10 % atau kurang lebih 100-120 ml, kemudian tutup kembali dan biarkan selama kurang lebih 7-9 hari. Pada hari ke-8 atau ke 9 nata de cassava dapat dipanen. Kemudian ditampung dengan menggunakan drum plastik dan direndam dalam air. Lakukan perawatan dengan melakukan penggantian air setiap 4 hari sekali.

Mengolah Kedele Menjadi Kecap



Jual Ragi Kecap
087731375234


Kecap merupakan bumbu masakan penambah cita rasa yang sangat digemari banyak kalangan.  Kecap dapat diolah dari berbagai macam jenis bahan, antara lain adalah; kedelai hitam, kedelai kuning, kacang benguk, air kelapa dan lain-lain. Namun, kecap dengan bahan baku kedelai hitam memiliki cita rasa yang lebih nikmat dan tampilan lebih menarik. Proses pembuatan kecap melibatkan pemanfaatan bioteknologi, dengan memanfaatkan kapang Aspergillus oryzae, Aspergillus sojae, Aspergillus wenti, Rhizophus olygosporus. Proses pembuatan kecap cukup lama, proses fermentasi dengan kapan kurang lebih berlangsung 2-3 hari, sedangkan proses fermentasi selanjutnya dalam larutan garam 25% kurang lebih 3-6 bulanan. Proses fermentasi yang cukup lama bertujuan untuk menghasilkan cita rasa yang nikmat dan aroma yang lebih menarik.

Produk kecap memiliki pangsa pasar dan permintaan yang sangat besar baik dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia terdapat banyak produk kecap dengan berbagai cita rasa dan kemasan yang diproduksi oleh produsen besar atau home industri. Produk kecap di Indonesia masih didominasi oleh produsen besar. Cita rasa, harga, dan kemasan sangat mempengaruhi dalam persaingan produk kecap. Oleh karena itu produsen kecap harus memiliki inovasi untuk menghasil cita rasa kecap yang disukai konsumen, tampilan yang menarik serta harga yang bersaing. Produsen besar atau produsen skala home industri memiliki peluang yang sama untuk menghasilkan produk kecap yang disukai konsumen, karena proses pembuatan kecap mudah dan tidak memerlukan teknologi yang terlalu tinggi, hanya saja diperlukan inovasi yang terus menerus.
Bagi yang tertarik untuk berwirausaha produk kecap maka penting sekali mengetahui cara membuat kecap yang nikmat, dan analisa kelayakan usaha baik asperk pasar dan ekonominya. Berikuti ini adalah Proses pembuatan kecap adala sebagai berikut:
sortasi kedelai
perendaman kedelai 3-5 jam
perebusan atau pengukusana
penirisan
inokulasi dengan Kapang
fermentasi 2-3 hari
Fermentasi dengan larutan garam 25% selama 3 bulanan
Pemasakan dengan bumbu-bumbu yang dihaluskan (garam, bawang putih, lengkuas, salam, sereh, dll) dan tambahkan gula merah dengan kualitas baik, diaduk hingga mengental.
penyaringan dan pengemasan.

Demikian proses pembuatan kecap manis secara sederhana, semoga bermanfaat.

Teknik Buididaya Lobster






Jual Probiotik Perikanan
087731375234

Lobster Air Tawar (LAT) atau Freshwater Crayfish merupakan komoditas perikanan yang harga jualnya cukup tinggi berkisar 150-250 ribu rupiah /kg. Udang ini dapat hidup di air tawar dan pembudidayaannya relatif mudah. Habitat asli Lobster Air Tawar adalah di sungai dan di rawa-rawa serta danau. Namun demikian, banyak sarana yang dapat digunakan
Media budidaya lobster air tawar ini sangat bervariasi. Pada umumnya Lobster Air Tawar dibudidayakan secara extensif pada kolam tanah. Pada budidaya secara extensif petani hanya menaruh indukan pada kolam tersebut pada masa berkala kolam tersebut dikeringkan dan lobster yang sudah memenuhi ukuran komersial akan dijual dan sisanya akan dikembelikan ke kolam tanah tersebut. Pada budidaya secara intensif petani mulai memberi pakan ke dalam kolam dengan berbagai macam makan sayur-sayuran termasuk pakan komersil.

Budidaya secara intensif memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan secara extensive.  Media lain yang sering digunakan adalah kolam semen atau kolam fiber (Tank). Kolam semen dan kolam fiber ini banyak digunakan untukmembesarkan burayak sampai berat sekitar 5 cm.  Di Indonesia budidaya lobster air tawar banyak dilakukan dalam sekala perumahan terutama pada pembenihan. Budidaya lobster air tawar sangat cepat dan gampang, tidak seperti udang windu atau udang galah yang relatif lebih sedikit dan rumit. Orang awam pun dapat melakukannya sendiri baik dalam skala usaha kecil maupun besar. Dengan sedikit modal dan kemauan yang kuat, setiap orang dapat membudidayakan lobster air tawar. 

Lobster air tawar tidak mudah stres dan tidak mudah terserang penyakit. Asalkan kebutuhan pakan, kualitas air, dan kebutuhan oksigen terpenuhi maka lobster dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat.  Jika dilihat dari iklim dan siklus musimnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk melakukan budi daya lobster air tawar sepanjang tahun. Lobster air tawar yang umumnya bertelur 4–5 kali dalam setahun dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain kondisi iklim yang sangat mendukung, sumber pakan alami bagi lobster tersedia cukup banyak di alam dan mudah diperoleh. Dengan pakan alami tersebut, lobster akan tumbuh dengan cepat. Oleh karena budi daya lobster tidaklah sulit maka bisnis ini dapat digunakan sebagai usaha sampingan.
Gunakan indukan berukuran fisik besar (dapat menghasilkan +/-500 s/d +/-900 per ekor 1 kali bertelur)sebagai produksi bibit dan untuk mempercepat pertumbuhan bibit ukuran 2 cm beri makanan ekstra berupa cacing sutra, dan berikan cacing tanah untuk mempercepat proses bertelur untuk yang dikawainkan, kemudian perlu anda ketahui juga pada proses pergantian kulit berarti proses pertumbuhan,(bertambah besar).Terutama pada proses pembesaran di aquarium,oleh karena itu guna merangsang pergantian kulit sesering mungkin seiring dengan seringnya anda melakukan pergantian air pada aquarium (tiap 3hari atau seMinggu 1kali) tergantung tingkat kekeruhan airnya.
Lakukan pengawasan sesering mungkin, untuk menghidari serangan sekelompok Lobster lain terhadap Lobster yang sedang mengalami proses ganti kulit (moulting). Oleh karena pada saat proses moulting, disamping kondisinya yang lemah,pada saat itu juga mengeluarkan cairan zat yang dapat merangsang sifat kanibal dan melakukan penyerangan terhadap lobster yang sedang tidak berdaya. Dan berikan juga pengaman pada tempat (Kolam atau Aquarium) agar Lobster tidak kabur karena sifat pengembaraanya yang tinggi, dan dapat bertahan hidup hingga 8 s/d 12 jam diluar kolam/aquarium.

Berikan makanan tambahan/ektra, terutama pada malam hari, sekitar Pkl.19.00~21.00 secukupnya, periksa dan berikan makan berupa pelet, bila sudah tidak terdapat sisa makanan yang diberikan pada waktu sore hari. Hal ini dilakukan guna menghinadri saling menyerang diantara sesama Lobster, oleh karena hewan ini mempuyai sifat kanibalisme yang sangat tinggi di samping itu aktivitas kelompok hewan ini meningkat pada malam hari termasuk untuk mencari mangsa. Jenis hewan ini tidak menebar bau anyir/amis seperti jenis udang atau ikan lainnya, jadi budidaya ternak dapat/layak dilakukan dilingkungan rumah/tempat tinggal.

Tentukan pilihan anda sebelum terjun ke dunia bisnis Lobster Air Tawar ini oleh karena cara pengelolaannya terdiri dari beberapa segmen, apakah anda sebagai : pedagang ; Ternak pembesaran ; Ternak pembibitan ;Ternak hobi/koleksi. hal ini perlu dilakukan agar langkah usaha yang anda jalankan bisa lebih terfokus. Apa bila pilihan Budidaya/ternak pembesaran,siapkan kolam untuk pembesaran mulailah dengan skala kecil dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan tetang sifat sifat yang spesifk dari hewan ini yang salah satunya adalah sifat kanibalisme yang tinggi.Agar skala resiko penyusutan pupulasi yang diakibatkan kematian dan kekurang terampilan dapat ditekan sekecil mungkin jika kelak memasuki usaha skla besar. Dan apa bila pengetahuan tersebut sudah didapat, mulailah dengan prencanaan produksi untuk target panen setiap bulan, untuk melihat ilustrasi perencanaan.

Teknik Budidaya Lobster Air Tawar (LAT)
Pilihan budidaya ternak pembibitan sama dengan halnya dengan langkah budidaya pembesaran hanya pembibitan lebih sensitif lagi,sebaiknya biarkan s/d usia +/-1.5 bulan baru pindahkan kekolam pembesaran. Hewan ini memang hidup lebih sesuai di iklim tropis dengan suhu udara 24 sampai dengan 30 derajat celcius demikian juga kondisi air, khusus untuk anak yang baru dipisahkan dari induknya (burayak) pergunakan alat atau cairan pengukur Ph air, kemudian apa bila Ph air tidak ideal (Ph air ideal untuk LAT = 7 s/d 9 ) dapat diatasi dengan cara memberikan additive Ph up ataupun Ph Down, guna mempetahankan Ph ideal. Semua perlengkapan untuk mengontrol keadaan Ph air bisa didapat di tempat penjualan accessories ikan hias terdekat.

Pilihan tempat,rencanakan lokasi penempatan aquarium maupun kolam pemeliharaan pilih yang nuansanya tidak bising karena hewan ini mudah stress oleh hal-2 yang demikian,terutama pada proses perkawinan dan kehamilan kemungkinan telur yang dikandungan akan mudah rontok, sehingga akan menghambat proses pengembang biakan yang diinginkan. Hindari lingkungan hama pemangsa, tikus, kucing, dan sejenis nya,dengan memasang pelindung tutup kawat ayam dan sejenisnya. Ketinggian permukaan air 15 s/d 20 Cm dan supply oksigen yang cukup dengan memasang aerotor/air stone(gelembug-2 udara) dan Filter pump, agar selalu terjadi sirkulasi air yang bersih.

Lobster air tawar (LAT) pada umumnya dapat hidup pada selang parameter air yang lebar. Mereka diketahui toleran terhadap kandungan oksigen terlarut sangat rendah. Akan tetapi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik tentu tidak akan dapat dilakukan pada kondisi demikian. Untuk tumbuh dan berkembang dengan baik mereka memerlukan kadar oksigen terlarut lebih dari 4 ppm.
LAT juga toleran terhadap suhu sangat dingin mendekati beku hingga suhu diatas 35 °C. Meskipun demikian untuk LAT-LAT daerah tropis hendaknya dipelihara pada selang suhu 24 - 30° C Pertumbuhan optimum akan dapat dicapai apabila mereka dipelihara pada selang suhu 25-29 °C.
LAT hidup pada perairan dengan kisarn pH sedikit alkalin yaitu antara 7-9. Mereka jarang dijumpai berada diperairan dengan pH kurang dari 7. Sedangkan kesadahan (kandungan kapur) air yang diperlukan adalah sedang hingga tinggi. Hal ini diperlukan untuk menjaga kandungan kalsium terlarut cukup tinggi untuk menjamin pembentukan cangkang mereka dengan baik.

Berbagai laporan menunjukkan bahwa LAT muda sensitif terhadap kadar klorin tinggi. Oleh karena itu sering dianjurkan untuk menuakan air terlebih dahulu sebelum digunakan untuk LAT.  LAT diketahui pula dapat mengakumulasikan merkuri (Hg) dalam tubuhnya sehingga mereka sering dijadikan sebagai indikator pencemaran lingkungan. LAT sensitif terhadap pestidida, terutama dari golongan organoklorin, begitu pula residu-residu minyak. Hal ini hendaknya menjadi perhatikan bagi mereka yang ingin membudidayakan LAT secara terbuka, agar terlebih dahulu memeriksa dengan seksama sumber air yang akan digunakan

Budidaya lobster air tawar biasanya dibedakan menjadi usaha pembenihan dan usaha pembesaran atau merupakan kesatuan dari keduanya. Pembenihan adalah menghasilkan bibit atau anakan lobster air tawar hingga ukuran 2 inch. Yang pertama kali diperlukan adalah Induk Berkualitas yang tidak mudah terserang penyakit dan bukan dari hasil perwakinan sedarah (inbreeding) pasalnya perkawainan sedarah akan menghasilkan lobster berkelamin ganda atau intersex. Berikutnya adalah kolam untuk perkawainan dengan ukuran maksimal 1m2 untuk 1 set (5 ekor betina 3 ekor jantan). Medianya cukup mengunakan aquarium atau kolam semen.

Pembesaran adalah menghasilkan lobter ukuran konsumsi, Yang pertamakali dibutuhkan yaitu bibit lobster air tawar ukuran 2 inci untuk pembesaran. Berikutnya adalah lahan yang yang cukup luas dan sebaiknya merupakan kolam tanah dengan ukuran maksimal 1 M2 untuk 10 ekor. Jantan dan betina harus dipisahkan untuk mencegah perkawinan selama pembesaran. Lobster jantan lebih cepat pertumbuhannya oleh karena itu pembesaran sebaiknya dilakukan pada lobster jantan.
Agar pertumbuhan LAT sesuai dengan yang diharapkan maka pakan yang diberikan harus mengandung nutrisi yang  sesuai dengan apa yang dibutuhkan LAT.  Nutrisi yang dibutuhkan LAT terdiri dari Protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Sekarang ini sudah banyak produsen-produsen yang memproduksi pakan LAT. Pakan udang meliputi:

1. Pakan alami, biasanya dibudidayakan oleh peternak. Namun karena keterbatasan sarana dan prasaran biasanya peternak merasa kesulitan. Pakan alami yang dibudidayakan umumnya adalah chlorella, tetraselmis, dunaleilla, diatone, spirulina, artemia, kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, cacing tanah dan cacing darah.
2. Pakan buatan sendiri, merupakan pakan yang diracik oleh peternak dari berbagai bahan seperti: tepung rebon, tepung ikan, cacing, wortel, toge, kacang hijau dan keong mas. Pakan racikan bisa dibentuk pellet atau pasta
3. Pakan komersil, yaitu pakan yang sudah jadi yang dioleh oleh perusahaan pakan ikan
Pemberian pakan sebaiknya 3% dari berat badan LAT dan diberikan pada pagi atau sore hari. Jika pakan tidak habis sebaiknya dibuang pada saat pemberian pakan berikutnya.

Pengendalian Hama Dan Penyakit
Penyakit yang seringkali menyerang udang jenis ini adalah disebabkan oleh virus.  Pada periode pembesaran virus yang menjadi penyebab penyakit pada LAT adalah:
1. White Spot Disease (WSD).
  Penyakit yang disebabkan virus ini dapat menyebabkan sisi kolam mati. Untuk mengantisipasi serangan virus ini beberapa cara dapat dilakukan, yaitu:
1. menghindari masuknya LAT yg terinfeksi
2. mengurangi kepadatan penebaran lobster di dalam kolam
3. menjaga tingkat kada ammonia dan keasaman air
4. menghindari air yang sudah digunakan untuk budidaya udang lain
5. membersihkan alat yang sudah terinfeksi

2. Ricketsia-like organism.
LAT yang terinfeksi virus ini biasanya melemah dan kadang-kadang ditandai dengan adanya bintik hitam atau biru kehijaun pada eksokoletonnya. LAT yang mati karena virus ini badan dan kepala terpisah.
3. Jamur (Crayfish Plague).
LAT yang terinfeksi jamur ini umumnya jenis astacus astacus yang berasal dari eropa. Penularannya bisa melalui kutu asphanomices astaci atau bisa juga melalui peralatan yang digunakan.
Selain virus tersebut di atas gangguan terhadap LAT disebabkan oleh hama, seperti: ular, tikus, burung, lele, dan ikan gurami


PEMANENAN
Panen sebaiknya dilakukan pada suhu yang tidak terlalu panas, pagi atau sore atau malam hari. Beberapa teknik panen yang biasa dilakuan pada usaha pembesara adalah:
1. Flow Trapping
  Teknisnya adalah sebagai berikut:
a. Turunkan air kolam sampai 2cm  dan persembunyian dikeluarkan dari kolam,
b. Tempatkan kotak penampung di sisi kolam, tempat aerator pada kotak penampung untuk mencegah kekurangan oksigen.
c. Pasang papan dengan posisi seperti papan luncur, dari dasar kolam ke sisi kolam tepat di atas kotak penampung.
d. Alirkan air pada papan tersebut, Naluri Lobster adalah mencari air segar, dia akan menuju air yang mengalir dari papan       dan memanjatnya setelah sampai atas lobster akan jatuh ke kotak penampungan

Peluang Bisnis Budidaya Kopi








Kopi adalah salah satu komoditas pertanian yang sangat digemari di seluruh dunia. Selain cita rasa nya yang nikmat dan mengusir rasa kantuk, minum kopi telah menjadi tradisi yang kuat bagi banyak kalangan merekatkan nilai-nilai kekeluargaan, kebersama antara teman bisnis, keluarga, teman ngobrol, dan lain-lain. Oleh karena itu, kopi telah menjadi komoditas unggulan semenjak dahulu hingga sekarang. Oleh karena itu, kopi merupakan bisnis yang sangat menjanjikan
Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil kopi yang cukup besar. Wilayah subtropis dan tropis merupakan lokasi yang baik untuk budidaya kopi. Oleh karena itu, negara-negara yang mendominasi produksi kopi dunia berada di wilayah Amerika Selatan, Afrika, dan Asia Tenggara.
Kopi adalah komoditi yang diperdagangkan di bursa-bursa komoditi dan futures, yang paling penting di London dan New York. Di bawah ini, terdapat dua tabel yang mengindikasikan lima negara produsen kopi utama dunia dan lima negara eksportir kopi utama dunia.
Top 5 Negara Produsen Kopi Terbesar di Dunia - Tahun Tanaman 2014:

  1. Brasil            45,342,000    
  2. Vietnam            27,500,000    
  3. Kolombia            12,500,000    
  4. Indonesia             9,350,000    
  5. Etiopia             6,625,000  

Top 5 Negara Eksportir Kopi Terbesar di Dunia pada Tahun 2014:

  1. Brasil            36,420,000    
  2. Vietnam            25,298,000    
  3. Kolombia            10,954,000    
  4. Indonesia             5,977,000    
  5. India             5,131,000  
dalam bungkus 60 kilogram
Sumber: International Coffee Organization

Indonesia adalah salah satu negara produsen dan eksportir kopi paling besar di dunia. Kebanyakan hasil produksinya adalah varietas robusta yang berkualitas lebih rendah. Indonesia juga terkenal karena memiliki sejumlah kopi khusus seperti 'kopi luwak' (dikenal sebagai kopi yang paling mahal di dunia) dan 'kopi Mandailing' (lihat di bawah). Berkaitan dengan komoditi-komoditi agrikultur, kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao.
Kopi diperkenalkan di Nusantara oleh Belanda yang pada awalnya menanam pohon-pohon kopi di sekitar wilayah kekuasaan mereka di Batavia namun kemudian dengan cepat mengekspansi produksi kopi ke wilayah Bogor dan Sukabumi di Jawa Barat di abad ke-17 dan abad ke-18. Indonesia terbukti memiliki iklim yang hampir ideal untuk produksi kopi dan karenanya perkebunan-perkebunan segera didirikan di wilayah-wilayah lain di Jawa, Sumatra dan juga di Sulawesi.
Pada saat ini, perkebunan kopi Indonesia mencakup total wilayah kira-kira 1,24 juta hektar, 933 hektar perkebunan robusta dan 307 hektar perkebunan arabika. Lebih dari 90% dari total perkebunan dibudidayakan oleh para petani skala kecil. Seperti yang telah disebutkan di atas dan mirip dengan raksasa kopi regional Vietnam, sebagian besar hasil produksi biji kopi Indonesia adalah varietas robusta yang berkualitas lebih rendah. Biji arabika yang berkualitas lebih tinggi kebanyakan diproduksi oleh negara-negara Amerika Selatan seperti Brazil, Kolombia, El Salvador dan Kosta Rika. Oleh karena itu, sebagian besar ekspor kopi Indonesia (kira-kira 80%) terdiri dari biji robusta. Ekspor kopi olahan hanyalah bagian kecil dari total ekspor kopi Indonesia.
Provinsi yang berkontribusi paling besar produksi kopi Indonesia adalah:

           Robusta         Arabika    
1. Bengkulu (Sumatra) a. Aceh (Sumatra)    
2. Sulawesi Selatan b. Sumatra Utara    
3. Lampung (Sumatra)  
Dimulai dari tahun 1960an, Indonesia telah menunjukkan peningkatan yang kecil namun stabil dalam produksi kopi dunia. Kendati begitu, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), luas perkebunan-perkebunan kopi di Indonesia menurun karena para petani telah mengubah fokus produksi mereka kepada minyak sawit (seperti minyak sawit mentah dan minyak inti kelapa sawit), karet dan kakao yang semuanya memberikan pendapatan yang lebih tinggi di pasar internasional. Oleh karena itu, perkebunan-perkebunan kopi - atau sebagian dari perkebunan tersebut - telah ditransformasi menjadi perkebunan komoditi-komoditi lain.
Pada tahun 2012, kira-kira 70% dari total produksi tahunan biji kopi Indonesia diekspor, terutama kepada para pelanggan di Jepang, Afrika Selatan, Eropa Barat, dan Amerika Serikat. Meskipun begitu, karena konsumsi domestik kopi Indonesia telah bertumbuh, jumlah ekspor telah menurun. Konsumsi kopi di Indonesia meningkat dengan compound annual growth rate (CAGR) 7,7% di tahun 2011-2014. Tetap saja, pada 1,0 kilogram (data 2014), konsumsi per kapita kopi tetap rendah di Indonesia.
Produksi & Ekspor Kopi Indonesia:

    2008   2009   2010   2011   2012   2013   2014   2015   2016¹    
Produksi
(dalam ton) 698,016 682,690 686,921 633,991 748,109 740,000 711,513 550,000 650,000    
Ekspor
(dalam ton) 491,335 518,122 440,241 353,698 520,275 460,000 382,774 350,000 400,000    
Ekspor
(dalam milliar 
dollar AS)    1.08    0.89    0.86    1.09    1.53     n.a.    1.03    1.19    1.36  
¹ menunjukkan prognosis
Sumber: Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI)
Konsumsi Domestik Kopi di Indonesia:

        2011       2012       2013       2014    
Konsumpsi Nasional
(dalam bungkus 60 kilogram)   3,333,000   3,584,000   4,042,000   4,167,000  
Sumber: International Coffee Organization
Indonesia memiliki beberapa kopi spesial diantaranya adalah adalah kopi luwak, kopi Toraja, kopi Aceh dan kopi Mandailing. Kopi jenis pertama - kopi luwak - mungking merupakan jenis kopi paling terkenal karena dikenal sebagai kopi termahal di dunia. Kopi ini diekstrasi dari biji kopi yang telah melalui sistem pencernaan musang luwak Asia (hewan yang mirip kucing). Karena proses fermentasi khusus di dalam perut hewan tersebut (dan juga karena fakta luwak bisa memilih buah kopi yang paling juicy) kopi ini dipercaya memiliki rasa yang lebih kaya. Proses produksinya yang memerlukan banyak tenaga kerja dan kelangkaannya di pasar internasional menyebabkan harganya menjadi mahal.
Menurut data dari Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), para petani Indonesia bersama dengan kementerian-kementerian terkait berencana untuk memperluas perkebunan-perkebunan kopi Indonesia, sambil meremajakan perkebunan-perkebunan lama melalui program intensifikasi. Dengan meningkatkan luas perkebunan, produksi kopi Indonesia dalam 10 tahun ke depan ditargetkan untuk mencapai antara 900 ribu ton sampai 1,2 juta ton per tahun. 
Disebabkan oleh meningkatnya permintaan global dan domestik, dibutuhkan investasi di sektor kopi negara ini. Selain meningkatkan kuantitas biji kopi, kualitas juga diprediksi akan meningkat karena inovasi-inovasi teknologi. Kendati begitu, produksi kopi per hektar Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara utama penghasil kopi lainnya. Di 2015, Indonesia memproduksi 741 kilogram biji robusta per hektar dan 808 kilogram biji arabika per hektar. Di Vietnam, angka ini mencapai 1.500 kilogram per hektar di di Brazil mencapai 2.000 kilogram per hektar.

Jumat, 30 November 2018

Ragi Oncom



Jual Ragi Oncom
087731375234


Neurospora sitophila merupakan salah satu spesies dari genus Neurospora yang memiliki spora berbentuk seperti urat saraf berloreng-loreng sering terdapat pada produk-produk bakeri dan  menyebabkan kerusakan sehingga biasanya disebut bakery mold atau red bread-mold. Neurospora sithophila juga dikenal sebagai jamur oncom. Dalam proses fermentasi Neurospora sitophila berkembang biak dan menjadikan makanan menjadi berwarna kuning-kemerahan. Dua spesies lain dari Neurospora sitophila adalah Neurospora crassa dan Neurospora tetrasperma.
Neurospora sithophila sebelumnya dinamakan Monilia sithophila. Hal ini disebabkan oleh belum diketahuinya alat perkembangbiakan dari Neurospora sithophila. Sebelum diketahui alat perkembangbiakannya, jamur ini tergolong kelas Deuteromycetes. Nama ilmiahnya adalah Monilia sitophila (monile = manik-manik kalung, sitos = makanan, philos = menyukai). Setelah diketahui alat perkembangbiakannya, maka kapang ini digolongkan ke dalam kelas Ascomycetes lalu nama spesies ini diganti menjadi Neurospora sitophila. Hifa  Neurospora sitophila yang membentuk sejumlah miselium dapat dikenali dengan mudah dari sejumlah massa berwarna pink dan konidia oval yang terdapat pada rantai di conidiophores yang bercabang. Jamur ini dapat menggandakan dirinya secara tidak terbatas dengan cara aseksual.
Neurospora, seperti kebanyakan anggota Sordariaceae lainnya, adalah organisme yang pertumbuhannya sangat cepat tetapi askosporanya membutuhkan perlakuan khusus untuk tumbuh sebagaimana dilakukan pada Sordariaceae lainnya. Sel hifanya memiliki inti banyak (multinucleate). Miseliumnya berpigmen dengan jumlah pigmen bervariasi tergantung substratumnya. Neurospora sitophila dan Neurospora crassa bersifat octosporous, hermaphrodit dan heterothallic. Unsur betinanya diwakili oleh protoperithecia, dimana setiap multinucleate askogonium ditempelkan. Askogonia menghasilkan cabang hifa panjang yang berfungsi sebagai trichogynes. Antheridia tidak dihasilkan. Unsur jantan diwakili oleh mikrokonidia yang diproduksi dalam rantai di microconidiophores; sejenis konidia, yang juga dapat menyalurkan nuclei ke receptive trichogynes. Dalam spesies ini, ditemukan bahwa peran organ seks jantan tidak terlalu besar dan fungsi seksual dikerjakan oleh bagian khusus dari thallus.

Mengolah Limbah Cair Industri Tahu Dan Tempe Menjadi Nata De Soya




Jual Acetobacter xylinum
087731375234

Proses pembuatan tahu dan tempe menghasilkan limbah padat dan limbah cair. Limbah padatan pada industri tahu berupa ampas tahu yang umumnya dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti sapi, kambing, kelinci, ayam, tempe gembus, sedangkan limbah padatan pada industri tempe berupa kulit kedelai dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Limbah cair tahu dan tempe masih jarang dimanfaatkan, umumnya dibuang ke sungai atau selokan. Limbah cair industri tahu dan tempe seringkali menjadi penyebab pencemaran lingkungan yang mengganggu ekosistem dan kesehatan manusia lingkungan tersebut. Pembuangan limbah ke sungai mencemari lingkungan dan menyebabkan meningkatkan BOD (Biological Oxigen Demand) dan menimbulkan bau tidak sedap. Limbah cair industri tahu dan tempe tersebut masih mengandung nutrisi yang masih dapat diolah menjadi nata de soya. Pengolahan limbah cair industri tahu dan tempe menjaid nata de soya merupakan salah satu solusi mengatasi pencemaran lingkungan dan menghasilkan produk bernilai ekonomis yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Limbah cair produk olahan kedelai difermentasi dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum sehingga dihasilkan produk nata de soya. Pemanfaatan air limbah industri tahu-tempe sebagai produk pangan memberikan manfaat yang besar bagi pengusaha industri tahu-tempe, baik nilai ekonomis maupun manfaat dalam upaya penanganan limbah. Pengolahan limbah cair tahu-tempe menjadi nata de soya merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah pencemaran. Oleh karena itu, pengembangan usaha nata de soya perlu digalakan guna mengatasi pencemaran lingkungan di wilayah pemukiman sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Limbah cair industri tahu dan tempe mengandung protein dan karbohidrat yang cukup tinggi, kandungan protein dan karbohidrat dalam limbah cair tahu dan tempe tersebut dapat menjadi media hidup yang sangat baik bagi bakteri Acetobacter xylinum. Bakteri ini mengubah karbohidrat dan protein dalam limbah cair tahu-tempe menjadi serat selulosa dengan tekstur yang kenyal. Limbah air tahu (whey tahu) dan limbah cair tempe selain mengandung protein juga mengandung vitamin B terlarut dalam air, lestin dan oligosakarida. Berdasarkan kandungan unsur kimiawinya.
Limbah cair tahu-tempe menjadi salah satu aliterernatif bahan baku untuk pembuatan produk nata. Nata berbahan baku limbah kedelai memiliki karakteristik produk yang secara kenampakan sedikit kekuningan, cita rasa yang khas kedelai, kenyal namun lebih mudah putus dibandingkan dengan nata de coco lebih ulet, dan kandungan seratnya cukup tinggi.

 Prospek Pasar Nata De Soya
 Nata de soya memiliki tekstur yang cukup baik, tidak kalah dengan nata de coco. Kadar seratnya yang cukup tinggi dan memiliki cita rasa yang nikmat sebagai bahan baku minuman instan sehingga nata de soya mampu bersaing dengan nata de coco. Sebagaimana kita ketahui bahwa pasar nata de coco sebagai produk pangan yaitu minuman kemasan dan aneka produk olahan lainnya sangat tinggi baik pasar domestik maupun pasar luar negeri. Permintaan bahan nata oleh pabrik minuman kemasan sangat tinggi per hari mencapai ratusan ton bahan mentah nata berupa lembaran atau potongan. Kebutuhan produk nata yang sangat tinggi tersebut, menjadi peluang bisnis bagi para petani nata untuk bermitra dengan perusahaan besar yang ada di tanah air. Selain sebagai produk pangan, di negara maju seperti Jepang, saat ini nata telah dikembangkan sebagai produk non-pangan yaitu bahan baku elektronik dan komposit baja ringan.
Melihat potensinya yang sangat besar tersebut Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mengolah aneka limbah pangan menjadi produk nata. Saat ini, di pasaran sudah familier produk nata dari bahan air kelapa (nata de coco), limbah cair olahan kedelai (nata de soya), umbi singkong atau limbah cair pengolahan industri singkong (nata de cassava). Masing-masing produk nata dari bahan baku baku yang berbeda tersebut memiliki aroma khas, tekstur dan tampilan yang sedikit berbeda. Namun, secara umumnya memiliki prospek pasar yang sama besar, meskipun saat ini produk nata de coco lebih familier dan permintaanya paling tinggi.

 Proses Produksi Nata De Soya
Limbah cair industri tahu-tempe yang telah didiamkan kurang lebih 2-3 hari (agar pH turun 3-4 sehingga asam), disaring dengan kain kasa agar kotoran-kotoran dan partikel kasar dapat dipisahkan, kemudian direbus dengan panci dengan tungku berbahan bakar kayu, setelah mendidih ditambahkan ZA 80 gram, gula pasir 100 gram, asam cuka 120 ml untuk media 50 liter limbah cair tahu atau tempe, diaduk-aduk kurang lebih 10-15 menit kemudian dituangkan kedalam nampan yang sudah disiapkan dengan penutup koran yang telah diikat dengan karet ban. Susun nampan yang telah diisi media larutan tersebut pada rak. Nampan dapat disusun bertingkat 5-10 nampan dengan bersilangan. Setalah dingin kurang lebih 5-7 jam, media larutan dalam nampan tersebut diinokulasi dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylnum kurang lebih 10% dari media larutan dalam nampan. Proses fermentasi akan berlangsung 8 – 10 hari. Lakukan pemanenan. Tampung nata de soya hasil panen dalam drum plastik yang diisi dengan air. Penyimpanan akan dapat bertahan lama apabila selalu diganti dengan air.

Peluang Mengolah Singkong Menjadi Nata De Cassava




Jual Bibit Nata (Acetobacter xylinum)
Enzim Amylase
087731375234

Singkong adalah salah satu komoditas pertanian unggulan Indonesia. Singkong telah banyak diolah menjadi aneka produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi diantaranya adalah; tapioka, tepung mocaf, bioetanol, casapro, pakan ternak, dan berbagai aneka makanan camilan.  saat ini, singkong telah dikembangkan menjadi nata de cassava-bahan baku minuman kemasa. Pengolahan singkong menjadi nata de cassava merupakan temuan yang sangat bermanfaat bagi industri minuman karena bisa menjadi subtitusi  nat de coco yang kebutuhannya sangat tinggi. Industri minuman nata de coco memiliki permintaan yang sangat tinggi karena selain memiliki pasar domestik juga pasar manca negara. Kebutuhan pabrik minuman nata de coco masih belum terpenuhi secara maksimal, karena masih terkendala keterbatasan bahan baku air kelapa. Nata de cassava yang berbahan baku singkong memiliki keunggulan bahan baku yang melimpah dan karakteristik natanya tidak beraroma menyengat, serta lebih kenyal tidak terlalu alot.
Nata de cassava secara tampilan mirip dengan nata de coco yaitu berbentuk jel, warna putih, kenyal, berserat tinggi. Nata de cassava lebih lunak tidak alot, dan aroma nya tidak terlalu menyengat dibanding dengan nata de coco-nata berbahan baku air kelapa. Nata merupakan bahan baku produk minuman kemasan yang sudah sangat popular dan banyak disukai kalangan. Saat ini kebutuhan air kelapa untuk industi nata de coco semakin bersaing, seiring dengan tingginya permintaan nata de coco. Ketersediaa bahan baku singkong yang melimpah menjadi keunggulan tersendiri pengembangan industry nata de cassava sebagai subtitusi nata de coco. Urutan proses pembutan nata de cassava adalah sebagai berikut:
1. Pengupasan
Singkong yang telah ditimbang, kemudian dikupas dengan menggunakan pisau. Kemudian singkong yang telah dikupas ditampung dalam ember yang berisi air agar tidak terjadi penambahan asam sianida yang menyebabkan warna singkong menjadi biru dan berasa pahit.
2. Pencucian
Singkong yang telah dikupas, kemudian dicuci hingga bersih dengan menggunakan air yang mengalir.
3. Pemarutan
Proses pemarutan dilakukan dengan menggunakan mesin pemarut. Proses pemarutan dengan menggunakan mesin pemarut lebih efesien dan lebih cepat.
4.Pengenceran
Singkong yang telah diparut kemudian diencerkan dengan penambahan air bersih kurang lebih 50 liter per 5 Kg umbi singkong yang telah dikupas. Air yang digunakan untuk pengenceran harus dengan menggunakan air yang bebas dari bahan kimia seperti kaporit atau tercemar bahan kimia lainnya.
5. Perebusan I
Tambahkan enzim αlfa-amilasi sebanyak 10-15 ml. Kemudian lakukan pengadukan sampai merata. Setelah mendidih, larutan diangkat kemudian pada saat proses pendinginan mencapai suhu kurang lebih 60-65˚C ditambahkan enzim gluco-amylase sebanyak 10-15 ml, biarkan sampai dingin kurang lebih 2-3 hari.
6.Penyaringan
Setelah larutan menjadi dingin lakukan penyaringan dan pemerasan/pengepresan dengan menggunakan kain atau menggunakan alat pengepres mekanik.
7.Perebusan II
Larutan sebanyak 50 liter yang telah disaring dan dipisahkan ampasnya, kemudian direbus lagi. Kemudian tambahkan asam asetat sebanyak 200 ml. Setelah mendidih tambahkan ZA (ammonium sulfat) sebanyak 150 gram.
8.Fermentasi / inkubasi
Siapkan nampan bersih, tutup koran dengan diikat karet ban secara melingkar pada bagian tepi nampan, lalu susun pada rak. Jika media larutan singkong telah mendidih, kemudian buka salah satu bagian ujung nampan, tuangkan larutan dalam keadaan mendidih ke dalam nampan kemudian ditutup kembali dan diikat dengan tali karet ban, disusun tumpuk bersilangan hingga 6-8 nampan di rak. Setelah dingin, kemudian diinokulasi dengan penambahan bibit Acetobacter xylinum sebanyak 10 % atau kurang lebih 100-120 ml, biarkan hingga 8-10 hari.