Selasa, 24 Juli 2018

Peluang Bisnis Budidaya Kelinci Hias






Kelinci merupakan hewan yang banyak digemari banyak orang karena terlihat indah, lucu, dan menggemaskan. Kelinci memiliki sifat jinak dan mudah dipelihara menjadikan kelinci disukai mulai dari anak-anak hingga yang sudah punya anak. Secara umum kelinci ada 2 kategori yaitu kelinci hias dan kelinci pedaging. Kelinci hias memiliki bentuk dan bulu yang unik, sedangkan kelinci pedaging dibudidayakan dengan tujuan diambil dagingnya.
Harga kelinci hias lebih mahal dibandingkan dengan kelinci pedaging. Untuk memulai beternak kelinci, khususnya kelinci hias, yang perlu diperhatikan adalah karakteristik dari kelinci itu sendiri. Sedikitnya kita harus tahu akan tingah laku mereka, tahu makanan kesukaan mereka, tahu kapan saatnya harus memberi makan, waktu aktif mereka, hal-hal yang tak mereka sukai, dan lain-lain.
Langkah pertama yang harus dipersiapkan terlebih dulu adalah kandang. Kandang bisa didapatkan dengan cara membeli atau bisa juga dengan membuatnya sendiri. Dilihat dari fungsinya, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk (untuk induk betina dan anak-anaknya), kandang jantan, dan kandang untuk anak yang baru saja disapih. Sebaiknya antara kelinci jantan dan kelinci betina tidak disatukan dalam satu kandang. Ini bertujuan agar kita bisa mengontrol waktu kawin mereka sehingga perkembangbiakan dapat berjalan secara teratur. Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi: Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran. Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid). Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.
Langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit dan calon induk. Pilih bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak. Perawatan Bibit dan calon induk Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.
Tahap selanjutnya adalah reproduksi dan perkawinan. Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5-6 bulan dan pada umur 7-8 bulan pada kelinci jantan. Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi / sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu keduanya dipisahkan lagi.
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina. Pada hari ke 12-14  setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran kita masukkan kotak untuk tempat beranak nanti ke dalam kandang untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.
Pemeliharaan
1) Sanitasi dan Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.
2) Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.
3) Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini.
4) Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Atau dapat juga dengan memberikan ampas tahu sebagai makanan alternatif.
Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
5) Pemeliharaan Kandang
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Salah satunya adalah Scabies. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.

Semoga bermanfaat.

0 comments:

Posting Komentar