Selasa, 24 Juli 2018

Peluang Bisnis Sapi Perah



Sapi perah adalah hewan ternak penghasil susu yang sangat produktif. Sapi perah di Indonesia berasal dari Ras Sapi ( Fries Holland/Fresian Holstein). Sapi ini berasal dari negeri belanda yang dimasukan ke Indonesia pada zaman penjajahan belanda dulu. Warna sapi ini pada umumnya belang hitam putih. Setelah Indonesia merdeka, keturunan sapi ini menyebar ke seluruh pulau jawa. Pada pembangunan jangka panjang tahap pertama yang lalu, sapi-sapi  FH tersebut dimasukan kembali ke Indonesia dari sapi-sapi yang telah dikembang biakan di Australia, selandia baru dan Amerika.
Untuk memulai beternak sapi perlu memilih bibit sapi FH yang baik, adapun ciri-ciri bibit sapi perah yang baik adalah :
Umur  :  Sebaiknya mencari sapi betina yang sudah bunting berumur antara 2 - 2,5 tahun agar masa pemeliharaan sebelum berproduksi tidak lama. Untuk menentukan umur dapat dilihat dar keadaan gigi geligi
Gigi seri berganti : Umur 1,5 tahun 2 buah; Umur 2,5 tahun 4 buah; Umur 3 tahun 6 buah; Umur 4 tahun 8 buah.
Kepala : Agak panjang, moncong lebar, lubang hidung lebar, dahi lebar.
Mata  :  Bersinar terang.
Leher : Panjang ramping dan tipis.
Pundak : Ramping, melekat baik pada badan.
Tulang rusuk : Tipis, lebar, panjang mengembang, jarak antara dua rusuk lebar.
Paha  :  Ramping, antaranya lebar dilihat dari belakang.
Kulit  :  Tipis, Longgar, mudah dilipat, rambutnya halus dan mengkilat.
Tubuh  : Panjang, bagian belakang besar.
Dada :  Dalam berbentuk tong.
Perut  : Besar, lebar dalam.
Abing  : Besar ,Luas memanjang kearah perut berbentuk simetris, alastis, dalam keadaan kosong, kulitnya kendor dan belipat lipat.
Cermin susu : Panjang dan Lebar.
Kaki  :  Kering meruncing
Ekor  :  Bulu ujung berwarna putih.
Keadaan Umum : Kondisi tubuh tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus vena perut di bawah kulit ( vena subcutanous addominalis) : panjang,besar,bercabang cabang dan berkelok kelok.

Pakan
Sapi adalah ternak yang tergolong pemakan rumput dan termasuk ternak pemamah biak, artinya makanan utamanya adalah rumput.  Kebutuhan rumput untuk seekor sapi sehari semalam sepuluh persen (10%) dari berat badannya. Rumput pakan hendaknya diberikan campuran dari berbagai jenis rumput. Karena itu sebelum mulai beternak sapi perah usahakan menanam ruput terlebih dahulu. Untuk sapi perah yang dipacu
untuk dapat menghasilkan susu yang cukup banyak, perlu diberikan makanan tambahan yang disebut makanan konsentrat ( campuran dari berbagai olahan hasil pertanian seperti dedak, berbagai bungkil dan lain sebagainya) dengan pertimbangan tertentu.
Saat sekarang sudah banyak konsentrat hasil produksi pabrik pakan ternak maupun yang diproduksi oleh koprasi-koprasi peternakan. Pada dasrnya sapi perah membutuhkan zat-zat makanan yang terdiri dari :
1. Air
Untuk sapi perah dibutuhkan cukup banyak air, untuk sapi yang berat badanya lebih kurang 400 kg dengan produksi susu 10 liter, kebutuhan air 40-50 liter per hari. Sebaiknya air diberikan dalam persediaan terus menerus.

2.Karbohidrat
Dibutuhkan sebagai sumber energi untuk hidup, tumbuh dan menghasilkan susu.Kebutuhan ini dapat ditutup dari hijauan yang baik dan konsentrat.
3. Lemak
Sebagai energi pula . Sumber utama dari konsentrat.Konsentrat tidak boleh terlalu banyak mengandung lemak agar sapi tidak mencret.
3.Mineral
Dibutukan untuk membentuk jaringan tubuh dan produksi susu. Sumber selain dari rumput juga dari konsentrat dapat ditemui di toko-toko atau koprasi pruksi susu.
4.Vitamin
Sangat dibutuhkan , tetapi harus selalu ada dalam makanan. Vitamin yang harus tersedia di dalam makanan( ransum)  adalah vitamin A,D,E,K. Kekurangan vitamin bisa minimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Sumber berasal dari hijauan/ rumput.

HIJAUAN MAKANAN TERNAK / HMT
Sebagai mana telah dikemukakan diatas bahwa sapi adalah pemakan rumput. Dibutuhkan HMT seberat 10 %  dari berat badannya. jadi seorang peternak sapi yang memelihara 10 ekor sapi dewasa dengan berat rata-rata 400 kg/ekor, maka tiap hari dibutuhkan rumput lebih kurang 10x40=400 kg. Apabila peternak tidak ingin mengalami kesulitan menyediakan rumput, terutama dimusim kemarau, perlu lahan untuk menanam HMT. Sebaiknya sebelum mulai memasukan sapi kekandang,tanaman rumput hendaknya sudah ada,dan sudah ada yang berproduksi. Macam-macam HMT yang bias dibudidayakan untuk sapi perah adalah: rumput raja, rumput gajah, rumput  Benggala, rumput Australia, rumput Lampung, dedaunan bunga kupu-kupu seperti : Lamtoro,kaliandra,turi,gamal dsb.

Manajemen Pemeliharaan
Hal-hal yang paling erat dengan pemeliharaan adalah ; Kandang, Kesehatan, Pemeliharaan,Penanganan produksi, dan perlu juga diperhatikan kebersihan kandang, kebersihan ternak, kebersihan peralatan, pengaturan dan pengawasan pemberian ransum dan penjagaan kebersihan lingkungan.

1.Kandang
Kandang berfungsi sebagai tempat tinggal sapi, tempat bekerja pemeliharaanya dan tempat melakukan pengawasan kesehatan dan reproduksi. Kandang harus mempunyai bagian-bagian : Tempat istirahat sapi,tempat makan dan minum, selokan dan tampat penampungan sementara dan gudang pangan.Ukuran-ukuran kandang / bagian kandang adalah : -Tempat istirahat ternak untuk seekor dewasa ukuran 1,4mx,75m. Tempat makan dan Minuman berukuran 0,9m x 0,6 mdan 0,8 tinggi bibir dalam dalam dan luar.Pada bibir dalam dipasang besi beton untuk tempat mengikat sapi. Selokan 40 cm x 20 cm dalam, memanjang sepanjang kandang, diujungnya baik dibuat untuk menampung kotoran sementara, gudang luasnya sesuai dengan kebutuhan.Kandang daerah tropis tidak perlu berdinding,yang penting lantai harus keras, atap jangan dari seng.

2. Kesehatan
Kesehatan sapi merupakan faktor yang sangat menentukan bagi kehidupan, pertumbuhan dan produksi ternak. Makanan dan pemeliharaan sangat mempengaruhi kesehatan. Kesehatan juga bisa mengganggukarena penyakit yang menular maupun yang tidak menular. Bila ternak anda tampak terganggu kesehatanya segera hubungi petugas peternakan dari dinas peternakan atau paramedis dari koperasipeternakan stempat.

Pemeliharaan

1. Kebersihan Kandang
Kandang sapi perah harus selalu bersih, sebaiknya dicuci minimal 2 kali sehari, tiap ada kotoran yang abru keluarsebaiknya segera dibersihkan dan diangkat agar tidak ditiduri. Bila ada lab-laba hendaknya juga dibersihkan. Kandang yang kotor akan menjadi sarang bakteri dan ini akan mencemari susu. Bak makanan dan minuman selalu bersih, seluruh lantai kandang harus disikat supaya tidak licin.

2. Kebersihan Ternak
Sapi harus bersih, mandikan dua kali sehari,.Pagi sebelum diperah dan siang hari juga sebelum diperah. Hal ini dimaksudkan agar kotoran dari tubuh tidak mengotori susu waktu saoi diperah. Memandikan sapi juga berfungsi memlihara kesehatan sapi terutama menghindari berbagai penyakit kulit. Memandikan sapi harus dengan menyikat seluruh bagian tubuh agar semua kotoran yang melekat pada kulit dan disela-sela bulu bersih. Perlu pula diperhatikan akan kebersihan kuku yang akan mengakibatkan pembusukan pada kuku.Bila ini terjadi maka sapi akan merasa sakit terus menerus dan tidak tahan berdiri, akan selalu tidur dan ini akan menimbulkan berbagai gangguan lebih lanjut.

3.Kebersihan peralatan
Kebersihan peralatan terutama peralatan susu( ember,milk can, saringan, literan susu) harus dijaga. Peralatan susu sehabis dicuci bersih, sebaiknya dibilas dengan air mendidih atau menggunakan zat penghapus hama tertentu, kemudian dijemur. Hal ini dimaksudkan untuk mengilangkan bakteri yang bisa bersarang pada alat alat tersebut, lebih-lebih peralatan yang menggunaka persambungan dan bersudut.

4. Pengaturan dan Pengawasan Pemberian Ransum
Ransum sapi perah terdiri dari rumput dan konsentrat.Rumput dibutuhkan sebanyak 10% dari berat badan sapi yang bersangkutan. Sapi yang beratnya 400 kg membutuhkan rumput 40 kg.Rumput ini sebaiknya terdiri dari bermacam-macam rumput yang berkwalitas. Pemberian 3 kali sehari, 1/4 bagian pada pagi hari sehabis diperah,kira-kira jam 06.00-07.00; 1/4 bagian siang hari kira-kira jam 10.00-11.00 dan sisanya ½ bagian diberikan pada sore dan malam hari mulai jam 18.00. Konsentrat diberikan sebanyak sesuai ketentuan masa pertumbuhan, produksi dan masa kebuntingan. Diberikan dua kali sehari yakni 1/2 jam sesudah diperah pagi dan sebelum diperah siang. Sebaiknya diberikan dalam bentuk kering. Sebelum memberi ransum baik konsentrat maupun rumput, bak pakan harus dibersihkan dahulu dan sisa-sisa makanan sebelumnya dan dicuci. Selama pemberian makan hendaknya sapi diamati satu persatu tentang nafsu makanya , ini ada kaitanya dengan pemantauan kesehatan, juga perlu diamati kotoran dari sapi-sapi secara individual. Bila ada kelainan dan berpengalaman menaganinya laporkan segera ke petugas yang bersangkutan.

5.Pengaturan Pemberian Air Minum
Air minum harus diberikan dalam jumlah yang cukup. Seekor sapi perah dengan berat 400 kg dengan produksi susu 15 lt per hari, membutuhkan air minum sehari semalam sebanyak 3-4 kali dari air susu yang dihasilkan. Jadi antara45-60 liter. Untuk memudahkan pekerjaan pemberian air minum sebaiknya disediakan spanjang hari. Air minum hendaknya air minum yang bersih, air sumur/ air sumber/ air sungai yang telah mengalami pengendapan terlebih dahulu.

6.Penjagaan Kebersihan Lingkungan
Kebersihan lingkungan adalah suatu hal yang perlu mendapat perhatian dari semua masyarakat, lingkungan yang tidak bersih dapat menimbulkan pencemaran dan menimbulkan gangguan kesehatan. Lebih-lebih kotoran dari kandang, kalau kebersihan kandang dan lingkunganya tidak terpelihara selain mengganggu lingkungan yang bisa menimbulkan protes dari masyarakat, juga akan mengganggu kesehatan sapi-sapi itu.

Penanganan Reproduksi
Reproduksi atau perkebangbiakan adalah suatu hal yang sangat menentukan keuntungan sapi perah. Untuk dapat memperoleh hasil yang maksimal,sapi perah harus dapat beranak setahun sekali dan menghasilkan susu setiap tahun selama 300 hari. Oleh karena itu , pengaturan perkawinan sapi betina harus tepat waktu.
Untuk itu perhitungan waktu yang cermat tentang perkawinan dan mengenal sapi yang minta kawin(birahi) harus benar-benar dihayati. Sapi betina hanya kawin waktu birahi datang. Bila tidak dalam masa birahi sapi betina tidak mau dikawinkan. Sapi betina yang pertumbuhan badanya baiksudah bisa mulai dikawinkan pada umur 18 bulan. Sapi betina yang habis beranak bisa dikawinkan setelah 2,5 bulan beranak.
Tanda-tanda sapi berahi adalah sebagai berikut: Selalu gelisah, ingin melepaskan diri dari ikatan, selalu bersuara/ berteriak-teriak. Bibir kemaluan bengkak merah dan hangat. Bila dilepas berusaha menaiki sapi yang lain. Dari kemaluan sering keluar lendir yang agak jernih dan kental.
Tanda-tanda birahi ini harus dikenali betul oleh seorang peternak dan harus dikenali pada saat mulai timbul tanda-tanda tersebut. Oleh karena itu setiap saat peternak harus selalu melakukan pengamatan terhadap sapi-sapinya. Sapi betina yang tidak bunting akan timbul birahi setiap 18-24 hari sekali dengan lama birahi 18-36 jam.

Saat Mengawinkan yang tepat :
1.Saat sapi mulai birahi pagi hari --dikawinkan pada siang hari.
2.Saat sapi mulai birahi pada siang hari --dikawinkan pada sore hari
3.Saat sapi mulai birahi pada sore hari -- dikawinkan pada esok hari.

Cara mengawinkan sapi
1. Kawin alam : Yakni mengwinkan dengan menggunakan pejantan yang sudah dewasa. untuk itu diperlukan kandang khusus.
2. Kawin IB (Inseminasi Buatan) : untuk ini tidak perlu menggunakan pejantan, tetapi diperlukan tenaga terampil yang terdidik secara khusus yang disebut Inseminator disediakan oleh Dinas Peternakan maupun oleh koperasi.
Apabila waktu mengawinkan tepat,maka terjadilah kebuntingan. Mulai saat itu sapi tidak birahi lagi. Bila sapi betina yang sudah dikawinkan 18-24 hari kemudian birahi lagi berarti perkawinanya tidak menghasikan catakebuntingan, dan perlu dikawinkan lagi begitu seterusnyanya. Apabila sapi dikawinkan bunting, maka lamnya bunting bisa dihitung, yakni 9 bulan 10 hari sejak dikawinkan. Bila sapi yang dikawinkan tidak birahi lagi maka setelah 3 bulan dari saat dikawinkan bisa diperiksa kebuntinganya yang dikenal dengan istilah PKB,Semua kejadian tersebut ( birahi, kawin ,PKB)
hendaknya di catat sehingga saat akan melahirkan bisa dikira-kira dan dapat diadakan persiapan seperlunya,misalnya menyiapkan kandang untuk anaknya.
Beberapa hari sapi akan beranak akan memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut :
--Ambing membesar.
--Otot sekitar vulva ( kemaluan ) mengendor juga otot kanan kiri pangkal ekor mengendor dan legok.
Beberapa jam sebelum sapi akan beranak : Kelihatan sapi gelisah, sebentar tidur, sbentar terbangun, sering kencing-kencing sedikit, berak sekali, dan keluar lendir dari kemaluan. Bila terjadi kelahiran normal akan timbul tanda-tanda :
--Muncul kedua kuku depan
--Munculnya kedua kaki depan dan diikuti munculnya moncong atau kepala anak sapi.
Pertolongan  :--Dalam keadaan kedua diatas, bantulah menarik kedua kakinya pelan-pelan.Bila belum berpengalaman setelah melihat tanda-tanda sapi akan beranak panggilah petugas.
Pertolongan Anak : -- Setelah anak keluar segeralah potong tali pusarnya , tinggalka 10 cm dari badan dan olesi dengan yodium, lubang hidung dibersihkan dari lendir dan seluruh tubuhnya dikeringkan dengan menggunakan lap kering. Tindakan terhadap induknya: --bersihkan pantatnya dari kemungkinan adanya darah.

Awasi balinya , bali akan keluar paling lambat 36 jam setelah beranak, bali yang masih menggantung harus dijaga jangan sampai terinjak atau dimakan anjing, bali yang keluar harus ditanam sampai dalam. Induk yang baru beranak sebaiknya diberi air gula untuk menambah kekuatan, segera panggil petugas untuk memberi pertolongan.

Perlakuan dan Pemeliharaan Anak.
Setelah anak sapi dibersihkan dari lendir dan tali pusarnya telah diolesi yodium ditempat yang jauh dari induknya, lebih kurang 30 menit kemudian anak ini akan berdiri dan berusaha mencari induknya untuk menyusu. Bila induknya sewaktu akan beranak dipisah dari sapi-sapi lainya, biarkan satu hari yang lahir menyusul induknya, pada hari kedua pisahkan masukan kandangtersendiri. Kira-kira 3 jam anak lahirharus mendapat susu dari induknya sendiri, yang dinamakan susu jolong / kolostrum.
Jumlah susu yang diberikan kepada anak sapi ;
= Umur 1 hari diberikan 2 liter susu          ------3x pemberian.
= Umur 2-6 hari diberikan 3 liter susu       ------3x pemberian.
= Umur 1-3 minggu diberikan 4 liter susu  ------3x pemberian.
= Umur 3-6 minggu diberikan 5 liter susu  ------3x pemberian.
= Umur 1,5-2 bulan diberikan 4liter susu   ------3xpemberian.
= umur 2-2,5 bulan diberikan 3 liter susu   ------2x pemberian
= Umur 2,5-3 bulan diberikan 2 liter susu  ------2x pemberian.
= Umur 3-3,5 bulan diberikan 1 liter susu -------2x pemberian.

Mulai umur satu bulan susu yang diberikan ditambah konsentrat 0,25 kg dan bila sudah mau memakanya mulai ditambah sedikit demi sedikit hingga umur 3,5 bulan, saat disapih jumlah konsentrat mencapai 1 kg. Selanjutnya jumlah kosentrat ditambah sedikit demi sedikit hingga umur 6 bulan mencapai 1,5 kg. Pada umur satu tahun mencapai 2 kg dan pada umur 1,5 tahun mencapai 3 kg. Mulai umur dua minggu sudah boleh disediakan rumput,jangan terlalu muda tapi jangan terlalu tua. Setiap hari kandang anak dan anak harus dibersihkan, dicuci. Dari segi kesehatan yang perlu diperhatikan adalah, anak sapi pada umumnya terkena mencret/diare dan kembung perut/tympani. mintalah petunjuk pada petugas dan cara mengatasinya.
 
Pemerahan
Beberapa jam setelah sapi beranak mulailah keluar air susunya. Kira-kira tiga jam setelah sapi beranak hendaknya diperah kalau anaknya tidak disusukan pada induknya. Sampai hari ke 5-7 susu warnya masih kemerahan dan susu ini harus diberikan kepada anaknya. Susu ini disebut susu jolong. Anak sapi yang baru lahir harus diberi susu jolong ini, kalu tidak pada hari pertama atau hari kedua bisa mati. Kelebihan susu jolong yang tidak habisuntuk anaknya sendiri bisa dberikan kepada anak sapi lain, sebab susujolong ini belum bisa dikonsumsi orang.
Pemerahan berikutnya dilakukan 2-3 kali sehari tergantung jumlah susu yang dihasilkan sapi bersangkutan. Sebelum diperah sapi dibersihkan/ dimandikan, terutama diaderah sekitar ambing harus bersih.

Cara pemerahan:
Siapkan alat-alat yang digunakan untuk keperluan (kain lap, ember bersih, tempat duduk, vaselin, bila perlu tali kecil.

1. Duduklah disamping kanan belakang sapi, sapi yang nakal kedua kaki belakang diikat.
2. Ambing yang sudah dicuci dilap hingga kering.
3. Ambang diraba-raba (diurut pelan-pelan) dari atas kebawah untuk merangsang turunya air susu, sebaiknya dengan air hangat.
4. Urut tiap-tiap puting dengan menggunakan vaselin untuk mengeluarkan susu, pancaran pertama dibuang.
5. Terus dilakukan pemerahan yang sebenarnya, 2 puting secara bergantian, sampai tidak keluar air susunya
6. Susu ditampung diember yang dicepit diantara dua kaki/ lutut pemerah atau bisa diletakan dilantai.
7. Ambing dicuci kembali dan dilap.
8.Susu hasil pemerahan dipindah ke tempat susu ( milk can ) sambil di liter dan di saring.
9. Lakukan pencatatan hasil tiap ekor sapi, setelah selesai proses pemerahan susu siap dipasarkan.

0 comments:

Posting Komentar