Selasa, 24 Juli 2018

Sukses Budidaya Burung Lovebird






Burung lovebird atau burung cinta merupakan jenis burung yang banyak digemari oleh para penggemar burung. Burung lovebird memiliki suara yang merdu dengan berbagai jenis varian yang cukup menarik untuk dipelihara. Selain kicauannya yang merdu, Burung lovebird  memiliki warna yang indah sehingga sering menjadi burung yang dilombakan. Burung lovebird memiliki beberapa jenis dan harga jual nya juga bervariasi.
Burung lovebird tergolong dalam genus Agapornis, yang merupakan perpaduan kata dari Bahasa Yunani. Kata pertama adalah agapein yang berarti “to love” dan kata kedua adalah ornis yang berarti “bird”. 
Para ahli perburungan memberikan klasifikasi ilmiah burung lovebird untuk mempermudah kita mempelajari spesies lovebird. Kingdom : Animalia, Filum : Chordata, Kelas                    : Aves, Ordo : Psittaciformes, Famili : Psittacidae, Subfamili : Psittacinae, Bangsa : Psittaculini , Genus: Agapornis. Ilmu taksonomi atau yang dikenal dengan pengklasifikasian makhluk hidup berdasarkan takson. Takson adalah sekelompok makhluk hidup yang memiliki banyak persamaan ciri pada tiap anggotanya. Lovebird sendiri dibedakan menjadi 3 takson, yaitu: Grup dimorfic (ada perbedaan secara fisik anatara jantan dan betina), contohnya: Lovebird Madagaskar, Abyssinia dan Lovebird Red-headed. Grup menengah, contohnya: Lovebird Peach-faced. Grup kacamata (memiliki warna lingkaran seperti kacamata di area mata), contohnya: Lovebird Black-Masked, Lovebird Fischeri, Liliane (Nyasa) dan Lovebird Black-cheeked.
Jenis Lovebird
Burung lovebird yang biasanya memiliki tinggi antara 13 hingga 17 cm dengan berat antara 40 hingga 60 gram ini dibedakan menjadi beberapa spesies. Satwapedia.com membedakan jenis lovebird menjadi 2 tipe yaitu lovebird klasifikasi lebih rendah/lower classifications dan lovebird penangkaran. Lovebird klasifikasi lebih rendah adalah 9 jenis lovebird asli yang berasal dari dataran Afrika dan Madakasgar, sedangkan lovebird penangkaran adalah hasil penangkaran burung yang membuat burung tersebut dapat menyesuaikan dengan lingkungan barunya. 

Cara Beternak  Burung Lovebird
1. Indukan Lovebird harus sehat dan berkualitas
Pilihlah indukan Lovebird dari keturunan yang berkualitas. Biasanya, kalau indukan berasal dari keturunan yang sehat dan berkualitas, maka anakannya nanti juga berkualitas. Setelah itu, bisa memilih indukan Lovebird dari sisi suara ataupun warna bulu, tergantung mau beternak Lovebird untuk kontes suara burung atau kontes kecantikan warna Lovebird.
2. Tunggu sampai usia Lovebird siap kawin
Lovebird yang siap dikawinkan biasanya berusia minimal 1 tahun. Jangan lupa, juga harus memilih indukan Lovebird jantan yang lebih tua dari betina. Hal ini ditujukan agar indukan jantan bisa lebih mendominasi pada saat melakukan proses kawin.

3. Pembuatan kandang ternak Lovebird
Kandang atau sangkar untuk beternak Lovebird menyesuaikan jumlah Lovebird yang akan silangkan. Jika jumlah Lovebird sedikit atau hanya sepasang indukan Lovebird saja, maka buatlah kandang Lovebird dengan ukuran 50 x 100 x 50 cm. Kalau jumlah indukan banyak, buatlah kandang Lovebird yang lebih besar dan bersekat-sekat.
4. Tempat bertelur Lovebird
Lovebird membutuhkan tempat bertelur atau tempat mengerami telur yang dinamakan glodok. Glodok sendiri terbuat dari kayu yang keras berukuran 20 x 20 x 25 cm dan biasanya berbentuk kotak persegi. Agar Lovebird nyaman, di sekitar glodok sediakan kayu yang sudah diserut, ranting kecil, atau dedaunan untuk tempat membuat sarang. Oh ya, biarkan mereka yang membuat sarang sendiri.
5. Mengetahui jenis kelamin Lovebird
harus mengetahui jenis kelamin Lovebird dan memastikan Lovebird yang kawinkan memiliki kelamin yang berbeda. Pasalnya, Lovebird yang terlihat berpasangan belum tentu mempunyai kelamin yang berbeda. Terkadang, Lovebird jantan bisa berpasangan dengan pejantan lainnya. Begitu juga sebaliknya.
6. Menyiapkan makanan agar Lovebird cepat bertelur
Agar Lovebird cepat bertelur, coba tingkatkan gizi pada makanan harian Lovebird, seperti pemberian milet, biji sawi, Kenari seed, jewawut, jagung muda, kangkung, tauge, kwaci, tulang sotong, dan lain-lain.

Cara Mengawinkan Lovebird Jantan Dan Betina
Kalau sudah mengetahui dasar-dasar beternak Lovebird, kini saatnya mengawinkan Lovebird. Bagaimana caranya? cukup memasukkan Lovebird yang sudah dipastikan jantan dan betina ke dalam kandang ternak. Lalu, tunggu beberapa hari, sekitar 4 hari hingga 10 hari untuk melihat apakah Lovebird sudah bertelur atau belum.Jika memang berjodoh, biasanya Lovebird betina la ngsung bertelur (sekitar 3 butir). Namun, tidak semua indukan mau mengerami telur. Ini yang menyebabkan telur tidak menetas. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita bisa mendekatkan pasangan Lovebird lain yang sudah mau mengerami telur. Lovebird betina yang sedang mengerami telur dapat memancing Lovebird yang lain untuk mengikutinya juga. Lovebird hanya didekatkan saja sangkarnya jangan dimasukkan dalam satu sangkar yang sama. Lovebird yang sudah mau mengerami telur akan mengerami telur hingga 18-23 hari. Sebaiknya pada saat pengeraman, indukan Lovebird jantan dipisah dulu. Tujuannya agar Lovebird jantan tidak mengganggu Lovebird betina. Saat pemisahan ini, kita juga bisa langsung menjodohkan indukan Lovebird jantan dengan indukan Lovebird betina yang lain. 
Berikan makanan bergizi pada Lovebird saat proses pengeraman telur. Pakan Lovebird yang baik bisa berupa pelet ayam dicampur dengan bubur bayi. juga harus memastikan bahwa Lovebird betina dalam keadaan vit, tapi jangan terlalu sering diintip karena mitosnya dapat membuat telur Lovebird tidak menetas. Perlu diketahui, pada umumnya Lovebird yang pertama kali bertelur, sebagian besar telurnya tidak menetas. Ini wajar karena Lovebird mungkin belum siap kawin dan mungkin karena beberapa faktor lain, di antaranya usia belum mapan, faktor lingkungan, serta faktor pakan. Namun, tak perlu khawatir karena pada produksi kedua, biasanya telur akan menetas. Nah, telur pertama Lovebird yang tidak menetas tadi sering dinamakan telur dara.
Penanganan saat telur Lovebird menetas biar dilakukan oleh indukan. kita tunggu saja sampai anakan Lovebird keluar dari sarang. Setelah itu, kita dapat melolohkan makanan ke Lovebird. Kapan tepatnya kita boleh meloloh Lovebird atau memisahkan anakan Lovebird dengan indukan?. Anakan Lovebird dapat dipisah dari indukan pada usia 10 hari atau 2 minggu. Kalau sudah pisah, harus memberikan pengawasan ekstra ke anakan Lovebird. Paling tidak, berikan lampu 5 watt sebagai penghangat tubuhnya.

Untuk meloloh anakan Lovebird, sebaiknya menggunakan suntikan yang besar agar Lovebird tidak tersedak. Suntikannya pun harus aman. Jarum suntik dilepas dulu, kemudian diganti dengan selang elastis seperti karet pentil. Menu makanan Lovebird bisa berupa makanan bayi yang telah diseduh dengan air hangat dan makanan bergizi lain yang lembut-lembut. Meloloh anakan Lovebird berkisar 4 jam sekali. Lakukan hal ini setiap hari sampai anakan Lovebird bisa makan sendiri. Jika ingin anakan Lovebird cepat jinak dan bisa diajak bermain, maka berikan perhatian ekstra, panggil namanya, serta ajaklah bermain di luar sangkar sambil belajar terbang.

Semoga bermanfaat.

0 comments:

Posting Komentar