This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 13 Juli 2019

Prospek Pasar Nata De Coco



Jual Bibit Nata De Coco (Acetobacter xylinum)
Telp. 087731375234



Di Indonesia, nata de coco biasa disebut sari kelapa dan mulai dikenalkan pada tahun 1973 dan populer di pasaran pada tahun 1981. Nata de coco pertama kali berasal dari Filipina. Kata nata berasal dari bahasa Spanyol yang berarti krim, sedangkan dalam bahasa Latin disebut natare berarti terapung.  Di pasaran, telah banyak beredar produk nata de coco disajikan dalam kemasan gelas plastik dicampur sirop dengan aneka rasa. Selain itu, nata de coco biasanya juga menjadi campuran minuman cocktail. Di Indonesia, produk nata de coco amat digemari karena rasanya yang nikmat menyegarkan dan menyehatkan juga karena kandungan seratnya yang tinggi dan rendah kalori. 

Produk minuman siap saji nata de coco memiliki pangsa pasar yang besar dan persaingan yang cukup ketat. Permintaan produk nata de coco cukup tinggi disebabkan produk ini memiliki cita rasa yang nikmat dan kaya serat sehingga baik untuk kesehatan serta cocok bagi konsumen yang sedang melakukan diet. Karena itu, nata de coco memiliki pangsa pasar yang luas baik dalam negeri maupun luar negeri, dari anak-anak sampai orang dewasa. Nata de coco saat ini sudah semakin familier digunakan untuk berbagai makanan kecil antara lain puding, cocktail, manisan, es campur, dan lain-lain. Di pasar domestik, permintaan nata de coco biasanya meningkat tajam pada saat menjelang hari raya Lebaran, Tahun Baru, Natal, dan acara-acara penting lainnya. Banyaknya permintaan pada waktu-waktu tersebut menyebabkan banyak rumah tangga yang membuat usaha musiman nata de coco. Di bulan puasa, di kota-kota seluruh Indonesia banyak para pedagang kolak, es buah, cocktail, yang menggunakan bahan nata sebagai bahan campuran.

Permintaan produk minuman nata de coco meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini mendorong meningkatnya kebutuhan akan bahan baku nata de coco. Kebutuhan bahan baku nata de coco oleh industri besar mendorong para petani nata de coco meningkatkan produksinya. Hal ini juga berpengaruh meningkatnya kebutuhan bahan baku air kelapa. Permintaan industri minuman nata de coco masih terbilang tinggi dan sebagian belum terpenuh.Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku nata, industri minuman banyak bermitra dengan petani nata de coco.


Mengolah Limbah Industri Tapioka Menjadi Produk Bernilai Ekonomis










Jual Bibit Bakter Acetobacter xylinum
Jual Enzim Alfa Amylase, Gluco Amylase, Selulase, Pectinase, Fruktase
Jual Fumula Biomocaf Untuk Mempercepat Proses Fermentasi Tapioka Dan Pembuatan Mocaf
Telp. 087731375234
Telp. 087731375234



Tapioka adalah salah satu produk olahan singkong unggulan Indonesia. Indonesia termasuk produsen tapioka yang cukup besar terdiri dari produsen kecil maupun produsen besar. Pangsa pasar produk tapioka sangat tinggi baik domestik maupun manca negara. Tapioka banyak dibutuhkan untuk aneka produk olahan makanan seperti kue, mie, kerupuk, empek-empek, dan lain-lain. Industri olahan pangan tersebut berkembang cukup pesat di Indonesia sehingga kebutuhannya meningkat dari tahun ke tahun. Industri tapioka telah banyak menyerap tenaga kerja cukup besar dan meningkatkan kesejahteraan pada para petani. Industri tapioka cukup berkembang di daerah Jawa dan Sumatra.
Dalam proses pembuatan tapioka memerlukan air untuk memisahkan pati dari serat. Pati yang larut dalam air harus dipisahkan. Akan tetapi, teknologi yang ada saat ini belum mampu memisahkan seluruh pati yang terlarut dalam air sehingga limbah cair yang dilepaskan ke lingkungan masih mengandung pati. Limbah cair akan mengalami dekomposisi secara alami dan menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga dapat mengganggu lingkungan. Bau tersebut dihasilkan pada proses penguraian senyawa mengandung nitrogen, sulfur, dan fosfor dari bahan berprotein. Limbah tapioka banyak mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Hal ini yang menyebabkan nilai BOD menjadi tinggi. Selain itu, limbah tapioka juga mengandung asam sianida  (HCN) yang bersifat racun. Sianida adalah senyawa yang sangat beracun, larut dalam air, dan mudah menguap pada suhu kamar. Kandungan asam sianida (HCN) pada limbah tapioka kurang lebih 0,27 mg/L sedangkan baku mutu limbah cair tapioka adalah 0,3 mg/L. Tingginya asam sianida akan menyebabkan terhambatnya degradasi  limbah cair secara alami oleh mikroorganisme.
Limbah cair tapioka tersebut perlu adanya upaya penanganan yang baik bahkan diupayakan bagaimana dihasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomis yang dapat mampu meningkatkan pendapatan bagi masyarakat. Bebarapa solusi untuk mengatasi limbah cair industri tapioka diantaranya adalah yaitu untuk memproduksi nata de cassava (nata berbahan baku singkong yang dapat digunakan untuk produk minuman kemasan). Limbah cair pada proses perendaman pati ini dapat dijadikan produk nata melalui proses fermentasi dengan menggunakan bakteri Acetobacer xylinum. Umumnya industri tapioka masih membuang limbah cair ini ke sungai atau selokan. Limbah cair tersebut masih mengandung nutrisi yang tinggi khususnya karbohidrat sehingga masih bisa dimanfaatkan.
Jika limbah cair tapioka tersebut tidak dimanfaatkan dan agar tidak mengganggu lingkungan maka limbah cair tersebut diolah terlebih dahulu sehingga memenuhi baku mutu yang aman jika dibuang ke lingkungan. Salah satu teknologi yang sering digunakan untuk mengolah limbah tapioka menjadi aman untuk dibuang ke lingkungan adalah dengan menggunakan penambahan mikroorganisme yang menguntungkan sehingga mampu mendegradasi limbah organik, seperti senyawa karbon, hidrogen, nitrogen, dan oksigen. Mikroorganisme ini memanfaatkan bahan organik untuk hidup seperti karbohidrat, protein, lemak, dan mineral lainnya yang ada dalam limbah cair tapioka.
Selain limbah cair, industri tapioka juga menghasilkan limbah padat yaitu berupa ampas singkong atau sering disebut onggok. Ampas singkong (onggok) ini merupakan hasil dari produk sampingan dari pemerasan parutan singkong untuk diambil patinya. Onggok singkong biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi atau kambing atau dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk. Selain itu, onggok juga dapat dimanfaatkan untuk membuat pelet pakan ikan. Supaya onggok dapat bertahan lama, perlu dilakukan proses pengeringan. Pemanfaatan limbah padat tapioka menjadi produk yang bernilai ekonomis merupakan solusi tepat untuk penanganan limbah.





Jumat, 05 Juli 2019

Budidaya Ubi Ungu Dan Membuat Tepung Ubi Ungu







Jual Formula Bio-Mocaf
telp. 087731375234


Ubi ungu adalah merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Ubi ungu memiliki warna ungu dan rasa yang cukup manis dan rasanya juga banyak disukai oleh penggemarnya. Ubi ungu banyak diolah menjadi berbagai makanan camilan, hidangan ubi rebus, dan diolah jadi tepung ubi ungu yang bias jadi bahan untuk pembuatan kue dan lain-lain.
Cara Budidaya Ubi Ungu
Ubi ungu dapat tumbuh dengan baik pada daerah kering maupun basah, memiliki suhu udara antara 21-27 derajat celcius dan mendapatkan sinar matahari sekitar 11-12 jam salam sehari. Tanah yang baik untuk menanam ubi ungu yaitu tanah yang memiliki derajat keasaman atau pH sekitar 5,5-7,5.
1. Persiapan Bibit Ubi Ungu
Perbanyakan bibit ubi ungu dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu dengan cara generatif melali umbi dan cara vegetatif melalui stek batang. Cara pembibitan secara generatif yaitu pilihlah bibit yang memiliki kualitas baik dan sehat, setelah umbi diperoleh umbi dibiarkan pada tempat yang lembab hingga tunas keluar. Setelah tunas keluar, tunas dipotong dan siap dibesarkan. Namun cara ini jarang dilakukan untuk budidaya skala besar, namun dalam skala kecil saja.
Cara pembibitan secara vegetatif yaitu pilih tanaman ubi jalar yang telah berumur 2 bulan lebih yang beruas pendek. Batang yang akan dijadikan bibit di potong sepanjang 15-25 cm dan minimal batang yang akan dipotong tersebut memiliki 2 ruas batang, daunnya di buang agar mengurangi penguapan. Setelah itu, ikat bibit stek tersebut dan letakkan pada tempat teduh selama seminggu. Disarankan perbanyakan ubi jalar melalui cara ini hanya dilakukan pada 3-5 generasi penanaman karena cara ini dapat menurunkan kualitas tanaman umbi.



2. Persiapan Lahan Tanam Ubi Ungu
Lahan yang akan digunakan untuk budidaya ubi ungu diolah terlebih dahulu. Buang gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang ada di sekitar lahan. Kemudian, lakukan penggemburan tanah dengan cara dicangkuli atau dibajak. Setelah itu, buatlah bedengan dengan ukuran tinggi sekitar 30-40cm, lebar 60c-100cm dengan panjang disesuaikan dengan lahan, beri jarak antar bedengan sekitar 40c-60cm. Kemudian lakukan pemupukan dasar dengan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang dengan dosis sekitar 20 ton per hektar lahan.

3. Cara Menanam Tanaman Ubi Ungu
Setelah semuanya siap, segera lakukan penanaman. Benamkan 2/3 bagian batang bibit stek batang ke dalam tanah bedengan. Dalam satu bedengan dibuat 2 baris tanaman bibit dengan jarak antar 1 barus sekitar 30 cm dan jarak antar baris sekitar 40 cm.

4. Perawatan Tanaman Ubi Ungu
Pada awal tanam, lakukan penyiraman secara rutin untuk menjaga kelembaban tanahnya yaitu setiap pagi dan sore. Jika tanaman sudah mulai tumbuh optimal penyiraman dapat dihentikan karena tanaman ubi termasuk tanaman yang tahan terhadap kekeringan. Setelah 2-3 minggu penanaman, lakukan pemeriksaan. Jika ada tanaman ubi ungu yang mati atau tidak tumbuh optimal segera lakukan penyulaman dengan menggantinya dengan bibit yang baru agar bibit tetap tumbuh serempak.

Setelah satu bulan tanam, lakukan pembongkaran pada tanah di sisi kanan dan kiri tanaman dengan jarak 10 cm, tujuannya agar akar tanaman tidak menjalar kemana-mana. Bersamaan dengan ini lakukan pula penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya disekitar tanaman ubi ungu. Kemudian, setelah 6-8 minggu lakukan penutupan kembali tanah yang dibongkar dan lakukan juga perapihan pada akar tang keluar agar ubi tumbuh tidak terlalu besar.

5. Masa Panen Ubi Ungu
Pemanenan ubi ungu dapat dilakukan setelah tanaman berumur 3,5-4 bulan tanam. Dalam satui hektar laha dapat dihasilkan umbi sebanyak 25-40 ton. Demikian artikel pembahasan tentang”6 Panduan Lengkap Cara Budidaya Ubi Ungu Bagi Pemula Agar Cepat Panen“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai Jumpa.


Cara pembuatan tepung ubi ungu adalah sebagai berikut :
1.    Sortasi (pisahkan) ubi ungu  yang busuk  atau  terkena serangan hama boleng.
2.    Ubi dicuci, dikupas, diiris tipis-tipis kurang lebih 0,3 ml atau disawut secara manual atau menggunakan alat slicing manual atau dengan mesin.
3.    Irisan ubi kemudian dijemur atau dikeringkan menggunakan alat pengering pada suhu 40 – 60 oC hingga kering (kadar air sekitar 7-11 %),
4.    Untuk menghasilkan tepung ubi ungu dengan tekstur dan aroma yang lebih baik dan daya tahan lebih lama, dapat dilakukan sebelum proses pengeringan irisan ubi ungu (chips) yaitu perendaman dengan menggunakan bakteri asam laktat selama kurang lebih 2-3 hari.
5.    Kemudian digiling dengan menggunakan mesin penepung, kemudian dikemas dengan kantong plastik kemudian press dengan alat sealer.
6.    Penyimpanan tepung ubi jalar dapat dilakukan hingga ±6 bulan. Rendemen tepung ubi jalar sebesar 20-30%





Cara Membuat Kecap Dari Ampas Tahu







Jual Ragi kecap / Aspergillus oryzae 
Telp. 087731375234
          Ampas tahu adalah merupakan hasil samping dari proses pembuatan tahu. Ampas tahu umumnya belum termanfaatkan untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Ampas tahu umumnya dimanfaatkan untuk pakan ternak yaitu sapi, kambing atau unggas dan sebagian diolah menjadi tempe gembus. Di Indonesia industri tahu sangat banyak sehingga ampas tahu yang dihasilkan pun berlimpah. Alangkah baiknya jika ampas tahu diolah menjadi produk yang nilai tambahnya lebih tinggi sehingga lebih mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di bawah ini bagaimana cara mengolah ampas tahu menjadi kecap.
Bahan-bahan
·         Ampas tahu
·         Garam
·         Laru tempe
·         Bumbu-bumbu
·         Tapioka
Langkah-langkah
1.   Rendam ampas tahu selama 12 jam. Press atau tekan ampas tahu agar kandungan air keluar. Setelah itu kukus selama 60 menit lalu dinginkan di atas tampah sampai suam-suam kuku.
2.   Taburi ampas dengan ragi kecap (Aspergillus oryzae atau Aspergillus sojae), 1gr untuk 1kg ampas. Aduk-aduk hingga merata. Hamparkan ampas di atas tampah setebal 2cm, lalu tutup dengan daun pisang. Pastikan jauh dari bahaya serangga dan tidak terkena cara matahari langsung selama 4-5 hari.
3.   Potong tempe gembus dengan ukuran 0.5×0.5×0.5 cm. Lalu jemur hingga kadar air di bawah 12%.
4.   Siapkan 200gr garam yang ditambahkan sambil diaduk hingga volumenya menjadi 1 liter.
5.   Butiran tempe yang sudah kering masukkan ke larutan garam. Tiap 1kg butiran tempe kering membutuhkan 3 liter larutan garam. Lakukan selama 10-15 minggu pada siang hari dengan penutup wadah yang terbuka.
6.   Hasil fermentasi tadi disaring, lalu ampas diperas. Cairan kental hasil penyaringan disatukan (kecap mentah). Tambahkan air, tiap 1 liter kecap mentah tambah dengan 1 liter air.
7.   Haluskan keluwak dan lengkuas. Haluskan pula gula merah. Serta memarkan serai.
8.   Pindahkan cairan kecap ke panci, lalu tambahkan keluwak dan lengkuas, serai, daun salam. Panaskan kecap hingga mendidih lalu saring dengan kain saring. Tambahkan gula merah dan aduk hingga merata. Setiap 1 liter kecap ditambah 750gr gula merah. Lalu saring kembali.
9.   Jika kecap sudah dingin, tambahkan tepung tapioka. Setiap 1 liter kecap ditambah dengan 20gr tapioka, lalu aduk hingga merata. Panaskan kembali hingga mendidih sambil diaduk-aduk.
10.         Tambahkan natrium benzoate sebanyak 1 gr setiap 1 liter kecap. Setelah dingin, kamu bisa mengemas dalam botol.

Selamat Berwirausaha…!!!




Selasa, 02 Juli 2019

Peluang Bisnis Kroto











Salah satu bisnis yang sedang diminati saat ini adalah budidaya semut rang rang. Semut rang rang menghasilkan kroto yang biasa digunakan sebagai pakan burung. Kroto semakin banyak diminati sebagai pakan yang berkualitas dan bernilai gizi tinggi yang sangat diperlukan untuk menghasilkan burung maupun ikan dengan kualitas terbaik. Kroto menjadi produk pakan yang memiliki nilai jual tinggi berkisar Rp.250.000 per Kg.
Awalnya kroto diburu di alam bebas dengan mengambilnya dari sarang semut rangrang. Sarang semut rangrang ini bisa ditemukan di hutan ataupun perkebunan yang selalu bertengger diantara rerimbunan pepohonan. Semakin tingginya permintaan kroto, maka keberadaan kroto di alam bebas semakin sulit ditemukan. Maka jangan heran apabila kroto dijual dengan harga yang sangat tinggi dibanding pakan lainnya. Karena kelangkaan inilah yang menjadi dasar untuk membudidayakan kroto.

1. Kehidupan (Habitat) Semut Rangrang
Semut rangrang adalah hewan yang tidak sulit untuk ditemukan karena hidup secara berkelompok atau berkoloni. Satu koloni semut rangrang bisa mencapai setengah juta ekor.



Dalam satu koloni tersebut terdapat beberapa sarang. Yang mana tiap sarangnya dihuni oleh 4.000 hingga 5.000 ekor semut, namun ini tergantung dari ukuran sarangnya. Wilayah kekuasaan semut rangrang bisa mencapai setengah hektar atau 1000 m2. Dengan wilayahnya ini menjadikan semut rangrang merupakan hewan territorial yang sangat mempertahankan daerah kekuasaannya. Jadi apabila ada serangga maupun manusia yang mengganggu daerahnya maka bisa diserbu atau menjadi santapan bagi koloni mereka.
Sarang semut rangrang dibangun dari kumpulan dedaunan yang dianyam sedemikian rupa. Sehingga tak heran semut rangrang dijuluki juga semut penganyam. Adapun pohon yang paling suka dihinggapi semut rangrang adalah pohon yang memiliki daun yang lebar dan juga lentur atau daun yang kecil tapi rimbun. Di lingkungannya, semut rangrang merupakan hewan yang berbahaya karena ia berperan sebagai predator. Namun, di tempat seperti kebun jeruk atau buah-buahan keberadaan semut rangrang sangat berguna utuk mengendalikan hama.
2. Perkembangbiakan Semut Rangrang
Semut rangrang berkembangbiak dengan cara bertelur. Jadi apabila ada semut rangrang betina bertelur maka seluruh koloni akan bersama-sama menjada telur tersebut. Jaring putih yang terdapat pada telur mereka manfaatkan untuk membangun sarang. Sehingga dengan sarang tersebut dapat digunakan untuk menumbuhkan telur yang berkembang menjadi larva, pupa dan akhirnya imago. Semut akan cenderung menghindar dari berbagai ganggun untuk menumbuhkan telur dan membuat sarang. Sehingga sering kita melihat banyak sarang semut di temukan di tajuk pohon tertinggi. Namun, saat musim panas semut akan berpindah ke tempat yang lebih teduh dan jauh dari sinar matahari. Sama seperti lebah, dalam satu koloni semut terdiri dari ratu semut, semut pejantan, semut pekerja dan prajurit. Keempat jenis ini punya peran yang berbeda yakni: Ratu semut yang berperan sebagai penghasil telur dan sekali bertelur bisa mencapai ribuan butir. Ukuran badan ratu semut bisa 10 kali lebih besar dari semut biasa. Dan ratu semut biasanya hanya berdiam diri di sarangnya saja.
Semut pejantan berperan untuk mengawini sang satu semut saja. Dan ukurannya lebih kecil dari ratu semut. Namun sayangnya umur semut pejantan lebih singkat yakni ketika mengawini ratu semut maka langsung mati. Adapun semut pekerja berperan membantu semut muda yang dihasilkan dari ratu semut. Dan bisanya semut pekerja adalah semut betina yang mandul. Ukurannya hanya berkisar 5-6 mm. Beda halnya dengan semut prajurit yang berperan untuk menjaga telur dan melindungi koloni dari berbagai gangguan dan mengatur makanan semut dalam satu musim. Semut prajurit memiliki jumlah yang sangat banyak dalam satu koloni. Dan mimiliki ukuran 8-10 mm dengan rahang dan kaki yang sangat kuat serta di sepasang kepalnya terdapat antena.

3. Makanan Semut Rangrang
Makanan semut rangrang hampir sama dengan serangga kecil lainnya yakni protein dan sari gula. Kebutuhan nutrisi yang mereka peroleh didapat dari nektar dan simbiosis mutualisme dengan serangga lain semisal kutu-kutuan. Jadi semut rangrang mendapatkan nutrisi dari kutu daun dan kutu daun mendapatkan perlindungan dari berbagai predator yang ingin memangsanya.

Nah, sebaliknya apabila serangga tersebut tak bisa menghasilkan sari madu lagi maka semut rangrang akan berbalik memangsanya. Semut rangrang akan memperoleh nutrisi dari daun, bunga dan serangga lain seperti kutu, lebah dan cicak. Namun terkadang hewan ini juga memakan sisa bangkai dari hewan besar semisal ayam. Hal yang cukup mengerikan adalah semut rangrang bisa saja memangsa hewan yang ukurannya beratus kali lipat dari tubuhnya dengan cara menyerang dan melumpuhkan mangsa secara berkoloni.
4. Budidaya Semut Rangrang
Sebagaimana telah kita singgung diatas bahwa semut rangrang banyak dibudidayakan sejalan dengan berkembangnya hobi seseorang terhadap burung dan memancing. Jadi campuran antara telur dan larva bisa dijadikan sebagai pakan yang bernilai gizi tinggi untuk burung dan ikan atau istilahnya kroto. Berbagai metode dalam beternak kroto telah berkembang cukup pesat di tahun belakangan ini. Karena dalam membudidayakan kroto tidak hanya di sarang atau dedaunan. Namun juga dapat dilakukan di rumah dengan model yang berbeda. Diantaranya dapat menggunakan media toples, bamboo ataupun plastik container. Dengan modal yang terbilang cukup besar yaitu sekitar 30 juta namun setelah berjalan 18 bulan maka nantinya akan bisa menghasilkan keuntungan bersih 54 juta atau hampir dua kali lipat dari modal.
5.  Cara Mudah Ternak Kroto Dengan Paralon
Diatas telah kami jelasi cukup lebar mengenai semut rangrang yang merupakan penghasil kroto terbaik. Di bab ini kamu coba jabarkan bagaimana cara mudah dalam beternak kroto agar menghasilkan kualitas terbaik. Sebenarnya ada 3 langkah yang harus dipahami bagi pembudidaya ternak kroto. Pertama tahap persiapan ternak kroto lalu pemberian pakan dan terkahir pemanenan. Jadi bagi seorang pemula ketiga langkah ini harus dijalani secara berurut dan sabar agar menghasilkan kualitas kroto yang baik.

5.1 Tahap Persiapan Bibit Untuk Ternak Kroto
Tahap persiapan ini dimulai dari pengadaan bibit hingga terciptanya kandang yang telah diletakkan tabung atau media lain. Namun dalam hal ini kami tuntun dengan menggunakan tabung sebagai media budidayanya.

A. Penyediaan Bibit Alami Kroto
Bibit kroto yang terbaik adalah hasil tangkapan di alam atau dapat juga membelinya dari petani yang sudah berpengalaman minimal 3 tahun dalam pembudidayaan tersebut. Namun kami tetap mendahulukan untuk mencari bibit di alam agar memang hasilnya nanti lebih bagus dan menjanjikan. Namun apabila juga tidak ditemukan Anda bisa beli dari pembudidaya kroto yang biasa dijual dalam kemasan toples dengan harga yang cukup mahal yakni 150 ribu – 200 ribu rupiah.

B. Pembuatan Kandang untuk Ternak Kroto
Media yang kami gunakan dalam hal ini adalah paralon atau pipa pvc. Alasan utama penggunaan paralon adalah lebih praktis, simple, flesibel dan sangat mudah perawatannya. Adapun kelebihan dari penggunaan paralon adalah sebagai berikut: Paralon sudah berbentuk tabung hanya tinggal memotongnya saja dengan ukuran tertentu. Dan kemudian bisa langsung diterapkan di rak dengan rapi. Paralon bisa digunakan dalam waktu yang cukup lama yakni 5-10 tahun. Dengan kedua sisi yang terbuka maka akan merangsang pertumbuhan semut rangrang dengan cepat. Dengan bentuknya seperti tabung jadi apabila letak di rak posisinya sangat menguntungkan. Lebih mudah saat pemanenan dan dapat mengurangi angka kematian semut dan juga sangat mudah dibersihkan.
Dari penjelasan diatas kami telah menampilkan kelebihan penggunaan paralon dalam hal ternak kroto. Kali ini kami akan mengajarkan tentang cara membuat kandang yangbagus dan benar. Pertama buatlah dengan model bersusun 2 tingkat. Rak dalam hal ini bisa dibuat menggunakan bambu, besi atau kayu sejenis. Namun ingat ukuran disesuaikan dengan tempat atau lokasinya. Kedua diatas rak kaki letakkan semacam wadah plastik bisa mangkuk atau potongan plastik. Dan isi setiap wadah tadi dengan cairan bisa air juga oli. Hal ini bertujuan agar semut rangrang tidak keluar dari medianya. Jangan sampai bagian rak bersentuhan dengan dinding atau benda lain semisalnya. Gunakan paralon dengan diameter 4 atau 5 inci lalu potong dengan panjang sekitar 50 cm atau bisa disesuaikan dengan lebar rak. Setelah itu susunlah paralon tersebut dengan rapi dan masukkan dedaunan agar semut rangrang merangsang untuk membuat sarang.
Langkah terakhir adalah tabor bibit koloni semut rangrang di kandang tersebut. Namun yang perlu diingat adalah penempatan kandang harus berada jauh dari berbagai gangguan semisal ayam atau serangga besar lainnya. Karena dalam hal pembudidayaan ini semut butuh ketenangan. Dan alangkah lebih baiknya ditempatkan diruangan tertutup.

C. Penaburan Bibit untuk Ternak Kroto
Apabila penempatan pipa dan pembuatan kandang telah selesai dilakukan maka selanjutnya adalah menaburkan bibit semut rangrang ke dalam paralon. Pengunaan paralon dalam hal ini sangat praktis karena ketika panen dan hendak dijual akan lebih mudah penerapannya. Jadi media paralon cukup diletakkan saja diatas rak yang telah disusun rapi. Dalam hal ini semut rangrang dijual dengan bentuk tople atau botol plastik, Jadi cukup buka tutup toples dan letakkan di tumpukan paralon lalu beri air gula di dalamnya. Maka dengan sendirinya semut rangrang akan berkeliaran dan akhirnya masuk ke dalam tumpukan paralon untuk bersarang. Tunggu hingga semut rangrang merasa betah tinggal di area kandang. Setalah itu hanya tinggal melakukan perawatan secara rutin agar menghasilkan kroto yang maksimal.
5.2 Tahap Pemberian Pakan Untuk Ternak Kroto
Pakan kroto adalah sejenis serangga seperti misalnya cicak, belalang, jangkrik, ulat atau hewan kecil lainyya. Namun bisa juga diberi makanan lainnya seperti ayam rebusan, tulang-tulangan yang telah dipecah-pecah. Dalam hal protein bisa berikan air gula agar asupan karbohidratnya terpenuhi. Atau bisa juga dari kutu daun seperti aohid. Akan tetapi hal ini akan sulit karena butuh pencarian kutu  pahid lagi.
Bisa menggukan media yang datar seperti piring plastik. Dan letakkan makanan dan protein tersebut diatasnya. Misalnya cecak, belatung atau daging rebusan ayam. Peletakan rak ini di bagian samping rak. Ingat lumpuhkan terlebih dahulu apabila memberi pakan semisal jangkrik yang gampang sekali untuk kabur. Sebagai sumber karbohidrat dalam hal ini adalah gula maka bisa diletakkan di dalam mangkuk. Campurkan 2-3 sendok gula dengan 200 ml air. Umumnya larutan tersebut akan habis dalam waktu 2-3 hari.
5.3 Tahap Pemanenan Untuk Ternak Kroto
Kroto baru bisa dipanen setelah berusia 15-20 hari. Karena telur ke larva  mempunyai daur hidup 15-20 hari. Ingat pemanena dapat dilakukan apabila sarang telah penuh dengann telur atau kroto yang berwarna putih. Sebagai awalan biarkan saja dahulu perkembangbiakan semut bertambanyak banyak. Setidaknya tunggu saja selama 6 bulan hingga benar-benar populasinya banyak. Setalh itu bisa dilakukan pemanenan 2 kali setiap bulannya. Atau bisa juga dilakukan pemanenan setiap hari dengan memperbanyak jumlah sarang dan waktu panennya.

Tahapan pemanenan kroto adalah sebagai berikut:
Sediakan saja wadan melengkung semacam ember atau baskom. Lalu letakkan saringan dari kawat yang ukuran jaringnya kira-kira bisa menghambat semut masuk ke dalam baskom.
Pakai sarung tangan untuk menghidari gigitan semut.  Tumpahkan media ternak dalam hal ini paralon ke dalam baskom yang telah diberi saringan. Nah, kroto akan jatuh dengan sendirinya sedangkan semut akan tersaring. Bersihkan kembali media paralon dan letakkan kembali hingga menghasilkan kroto selanjutnya.
6. Budidaya Kroto Dengan Toples
Apabila di bagian atas kami menjelaskan ternak kroto dengan media paralon. Kali ini kita jelaskan dengan menggunakan media toples. Hal yang pertama dilakukan adalah buatlah media sarang untuk koloni semut agar mau bertelur. Dalam hal ini kami gunakan toples. Namun, toples tersebut di bagian bawahnya lubangi dengan diameter 5-7 cm. Setelah itu tutup kembali lubang tadi dengan lakban. Kedua adalah apabila sudah mendapatkan bibit semut rangrang maka masukkan saja sarang tersebut ke dalam toples lalu tutup dengan rapat. Pastikan dalam satu koloni tersebut terdapat jenis semut rangrang yang lengkap. Sebagaimana telah kami jelaskan diawal. Yakni dalam satu koloni terdapat ratu semut, prajurit, semut pejantan dan semut pekerja. Hal ini bertujuan agar semut dapat bertelur dengan sempurna.
Ketiga adalah dengan menyedaiakan nampak plastik yang datar dan isilah nampan tersebut dengan air. Berrtujuan untuk agars emut tidak kabur ataupun pindah lokasi. Tapi ingat nampan tersebut diisi dengan air hingga setengah dari tinggi nampan lalu letakkan batu di tengah permukaan nampan.

Keempat adalah letakkan bibit semur rangrang yang berada di dalam toples untuk kemudian ditempatkan diatas batu bata tadi dengan posisi terbalik. Yakni posisi yang berlubang berada di atas batu bata. Apabila posisi benar-benar tegak lakban dapat dilepas dan semut dengan bebas mencari makan. Berbeda halnya jika Anda beli bibit semut rangrang dari peternak atau pembudidaya. Karena umumnya penjual tersebut dalam satu toples sudah dilengkah semur rangrang yang terdiri dari berbagai anggota. Jadi Anda cukup meletakkan saja di atas batu bata yang tekah disediakan di langkah ketiga.

Cara Pemberian Makan Ternak Kroto Dengan Toples



Apabila cara ternak kroto telah benar maka Anda cukup melatakkan larutan gula ditambah sedikit madu kedalam gelas dan ditempatkan di samping toplea agar semut rangrang mudah menjangkaunya. Dalam kurun waktu 5-6 bulan kroto sudah siap untuk dipanen dengan 2 periode panen tiap bulannya. Dalam satu koloni semut rangrang bisa menghasilkan kroto seberat 100 gram. Anda cukup dengan mengumpulkan 10 toples kroto maka sudah bisa menghasilkan 1 kg kroto dan hitunglah berapa keuntungan yang didapat. Dengan per kilonya Rp. 250.000.

Selasa, 25 Juni 2019

Peluang Sukses Budidaya Kambing







Jual Aspergillus niger untuk fermentasi pakan ternak
Telp. 087731375234


Kambing adalah salah satu hewan ternak yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Daging kambing banyak diminati karena aroma khas daging kambing sangat disukai oleh penggemarnya. Di Indonesia kuliner sate kambing, tongseng kambing, dan lain-lain, sangat populer di Indonesia. Selain itu, daging kambing juga telah banyak dikalengkan menjadi  produk kemasan yang menarik, tahan lama, dan dipasarkan luas. Oleh karena itulah permintaan daging kaming terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, saat ini peternakan kambing di Indonesia belum mampu memenuhi permintaan yang ada. Hal ini disebabkan  budidaya kambing di Indonesia secara umum belum dilakukan secara intensif, sehingga kapasitas produksinya masih rendah. Hal ini menjadi peluang yang menarik untuk mengusakan budidaya kambing. Di Indonesia, jenis kambing yang sudah umum dibudidayakan di antaranya adalah kambing Jawa, kambing Gibas, PE (peranakan etawa).  Langkah-langkah dalam budidaya kambing adalah sebagai berikut:
1. Pembuatan Kandang
Untuk beternak kambing hal pertama yang harus di perhatikan adalah kualitas  kandang. Ukurannya harus sesuai dengan jumlah kambing yang akan kita pelihara. Kandang harus memudahkan kita melakukan pengawasan terhadap kambing yang ada pada kandang, memudahkan kita dalam pemberian pakan dan aman serta kuat bagi si kambing. Sirkulasi udara yang cukup, dan pencahayaan matahari yang cukup (tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab). Kandang cukup kokoh dan biayanya layak terjangkau sehingga mampu bertahan lama. Kandang yang akan dibuat hendaknya minimal berjarak 10 meter dari rumah agar menghindari bau yang tidak sedap  yang dapat mengganggu kesehatan.
Pada umumnya tipe kandang yang baik bagi ternak kambing adalah yang berbentuk panggung. Kandang panggung memiliki kolong untuk menampung kotorandi bagian bawah kandang, berfungsi menghindari kebecekan serta kontak langsung dengan tanah yang bisa jadi tercemar penyakit. Lantai kandang di tinggikan antara 1 – 2 meter, bak untuk pakan dapat di tempelkan pada dinding kandang dengan ketinggiannya sebahu kambing.Dasar kolong kandang bagian pinggir di gali sedalam ±20 cm dan 30-50 cm pada bagian tengah serta di buatkan saluran yang menuju bak penampung kotoran yang selanjutnya dapat di proses untuk menjadi pupuk kandang.
Ukuran kandang: jika ingin memelihara kambing terpisah, bisa dengan ukuran 1,5 x 1,5 meter untuk 1 ekor kambing dewasa, jika kambing masih kecil tapi sudah di sapih bisa muat 2 ekor kambing. Sedangkan bagi kambing yang baru di lahirkan, kandang ini cukup utuk 2 ekor kambing kecil beserta induknya.Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan kandang agar kambing tidak mudah terserang penyakit. Jika kandang sudah pernah digunakan oleh kambing yang terserang penyakit, lebih baik kandang di desinfektan terlebih dulu. Tapi kalo kambingnya sehat cukup di cuci menggunakan air bersih saja. Kandang dan lingkungan disekitarnya juga tidak boleh lembab dan juga bebas dari genangan air, agar tidak di jadikan sarang nyamuk atau hewan sejenis lain yang dapat menggigit dan menghisap darah si kambing.
2. Pemilihan bibit yang bagus
Kambing Jawa cirinya adalah badannya kecil dan relatif pendek, telinganya juga pendek dan tegak, baik jantan maupun betinanya memiliki sepasang tanduk, lehernya yang pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang tunggal hitam, coklat, merah atau belang hitam putih dan rasa kambing ini juga enak, banyak yang menyukainya. Jenis kambing ini lebih mudah perawatannya karena lebih tahan terhadap penyakit dan memiliki presentase perkembangbiakan yang bagus.
Sedangkan kambing Etawa ukuran tubuhnya lebih tinggi dan lebih besar serta telinganya memanjang ke bawah sepanjang 15 – 30 cm. Bagian hidung ke atas melengkung dan warna bulunya bervariasi antara coklat, putih dan hitam adalah yang paling sering dijumpai. Bagi kambing jantan memiliki bulu tebal dan agak panjang di daerah pundak dan di bawah leher, sedangkan kambing betinanya di bagian bawah ekor. Kambing ini bisa menghasilkan susu yang banyak, sehingga sering di gunakan juga sebagai penghasil susu. Tapi, kambing ini juga sangat cocok untuk di jadikan sebagai kambing penghasil daging.
Setelah mengenal jenis kambing yang akan di pelihara barulah memilih bibit yang berkualitas dan di butuhkan ketelitian, tentunya kita tidak ingin salah memilih kambing yang terkena penyakit dan bahkan bisa menular. Usia kambing yang di jadikan bibit harus sudah mencapai 4 bulan, karena pada saat itu kambing sudah berkonsentrasi pada pembentukan daging dan lebih mudah untuk di gemukkan.
Pilihlah yang bulunya mengkilap, matanya bening, tidak cacat, kakinya lurus kokoh dan tumitnya terlihat tinggi. Mulut dan hidung bersih tidak berlendir, sebagai tanda kambing tidak penyakitan, anusnya pun bersih. Garis pinggang dan garis punggung tulang belakang lurus, tidak melengkukng ke bawah. Usia ideal penggemukkan adalah sekitar 8 – 12 bulan. Ukuran badannya juga normal tidak kurus maupun terlalu gemuk / kelebihan. Sebaiknya juga pilih yang bentuk ekornya melebar bukan yang berbentuk seperti cambuk. Menurut para peternak, kambing yang memiliki ekor berbentuk cambuk pembentukan dagingya tidak terlalu maksimal / terlalu lamban. Sedangkan kambing yang memiliki bentuk ekor melebar lebih maksimal dalam pembentukan daging, yaitu sekitar 3 bulan.
3. Pemilihan pakan yang mencukupi kebutuhan gizi
Pakan adalah hal yang terpenting untuk menunjang proses penggemukan kambing, yaitu suatu aktivitas pemeliharaan kambing yang sebelumnya dalam kondisi kurus selanjutnya di tingkatkan berat badannya melalui proses pembesaran daging yang memakan waktu sekitar 3 – 5 bulan lamanya.Makanan kambing biasanya berupa hijau – hijauan segar, seperti: rumput, daun lamtoro, daun turi, daun singkong yang berprotein cukup tinggi, daun nangka dan daun pepaya. Tapi sebelum memberikan daun – daunan hijau pada kambing sebaiknya di lakukan penjemuran atau di layukan terlebih dahulu, sekitar 2 – 3 jam di bawah terik matahari yang bertujuan untuk menetralkan kemungkinan racun berbahaya yang ada di dalam daun – daunan hiaju tersebut.
Jika kambing sampai keracunan, si kambing bisa mabok, sakit dan bahkan mengalami kematian. Selain itu, kambing juga bisa diberi jerami (dari tanaman jagung, kedelai, padi, tebu atau yang lainnya), kulit umbi – umbian (seperti kulit singkong, ubi jalar dan yang lainnya), kulit kacang – kacangan (bisa kacang tanah ataupun kulit kopi), serta sayur – sayuran sisa dari pasar.
Kambing juga membutuhkan makanan padat atau konsentrat yang berguna untuk mempercepat penggemukan. Bisa di beli di toko pakan ternak atau di ganti menggunakan bekatul, ampas tahu dan ketela pohon yang sudah di cacah dengan perbandingan 40% : 40% : 20% . Kombinasi bahan tersebut harus mencapai 3 kg, karena sebanyak itulah yang harus di konsumsi 1 ekor kambing per harinya.
Kambing di beri makan 2 kali sehari, jam 8 pagi dan jam 4 sore. Pakan hijau – hijauan tidak di anjurkan di berikan bersamaan dengan pakan konsentrat, karena kandungan nutrisinya berbeda. Di sarankan, sebaiknya pakan konsentrat di berikan saat kambing sudah banyak mengkonsumsi hijau – hijauan, tapi belum juga terlihat kenyang. Jangan lupa juga untuk memberi minum dengan air bersih sekitar pukul 3 sore. Minuman yang paling bagus adalah air cucian beras yang sudah di campur dengan sedikit bekatul atau dedak.
Selain di berikan rumput, daun hijau dan juga makanan konsentrat. Kambing masih membutuhkan pakan pelengkap dengnan kandungan gizi ternak yang belum terdapat pada 3 jenis makanan sebelumnya. Pemberian pakan pelengkap ini bertujuan untuk lebih mengoptimalkan lagi pertumbuhan, kesehatan dan produksi ternak. Kambing dapat di berikan suplemen makanan yang mengandung asam amino esensial pembentuk sel dan organ tubuh, mengandung vitamin lengkap yang berguna untuk daya tahan tubuh dari serangan penyakit, serta mineral – mineral pelengkap (N, P, K, Ca, Mg, Cl dll) sebagai penyusun tulang dan darah, juga memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Bisa menggunakan suplemen merek Viterna yang bisa di larutkan bersamaan air atau pakan ternak yang akan di berikan.
4. Pemeliharaan kesehatan
Setelah kebutuhan pakan yang lengkap dan bergizi sudah tercukupi, selanjutnya adalah pemeliharaan atau perawatan si kambing. Tindakan pertama yang bisa kita lakukan adalah melakukan pencegahan terhadap penyakit yang bisa menyerang kambing peliharaan kita, seperti menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya. Menurut pengalaman menjaga kebersihan kandang, memberi makanan sehat dan perawatan yang baik bisa menghilangkan bau pada kandang dan tubuh si kambing.
Lahan yang digunakan untuk memelihara atau yang di jadikan kandang harus bebas dari penyakit menular. Kambing yang di duga bulunya membawa penyakit sebaiknya di mandikan terlebih dahulu dan di gosok dengan larutan sabun karbol, Neguvon, Bacticol Pour, Triatex atau Granade 5% dengan konsentrat 4,5 gram untuk 3 liter air. Untuk membasmi kutu pada kambing, dapat di mandikan dengan larutan Asuntol dengan konsentrasi 3 – 6 gram untuk di larutkan pada 3 liter air.
Perlunya di lakukan vaksinasi secara rutin yang bertujuan untuk mencegah terjangkit penyakit yang di sebabkan oleh virus. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang kambing adalah: penyakit Parasit (cacingan, kudis, kutu), penyakit Bakterial (antraks, busuk kuku, cacar mulut), penyakit Virus, penyakit lain seperti keracunan sianida, kembung perut dan keguguran. Jika tidak segera di atasi bahkan bisa menyebabkan kematian.Maka perlunya pengamatan atau pemantauan pada ternak, jadi saat terdapat gejala penyakit tersebut terlihat pada kambing peliharaan kita, kita bisa segera tahu dan memastikan jenis penyakitnya serta cara pengobatannya sehingga mencegah penyakit tersebut menular ke kambing yang lainnya.
5. Cara reproduksi atau waktu kawin
Setelah semua persiapan, perawatan dan pemeliharaan baik dan benar yang sudah kita lakukan, hari demi hari si kambing akan tumbuh besar dan cukup dewasa untuk di kawinkan. Biasanya kambing potong yang berumur 8 – 10 bulan sudah siap untuk di kawinkan, tanda – tandanya adalah: kegelisahan, alat kelamin kambing menjadi kemerahan dan bengkak, ekor yang di gerak – gerakkan, dan juga berkurangnya nafsu makan.
Setelah di kawinkan kambing akan mengandung selama 5 – 6 bulan, lalu penanganan pada proses kelahiran juga di butuhkan. Kita perlu perhatikan tanda – tanda dari kambing potong yang ingin melahirkan, biasanya kambing akan menggaruk – garuk lantai kandang dan terlihat gelisah. Dalam hal ini, kita juga harus turut serta dalam proses kelahiran untuk menghindari hal- hal yang tidak di inginkan. Dengan pengelolaan yang baik kambing dapat melahirkan setiap 7 bulan sekali dan sekali melahirkan dapat menghasilkan 1 – 4 ekor anak kambing. Setelah 1 bulan semenjak sang induk kambing melahirkan maka induk kambing sudah bisa kita kawinkan kembali dengan kambing pejantan.
Setelah proses kelahiran, anak kambing yang baru lahir tersebut juga perlu perawatan yang baik dan benar. Memastikan sang anak mendapat susu dari si induk, agar si anak memperoleh asupan susu yang tepat dari sang induk karena terkadang si induk enggan menyusui anaknya, ini bisa menyebabkan anak kambing kekurangan gizi. Jika keadaannya seperti itu, kita bisa memberi si anak kambing susu buatan. Biasanya penyapihan anak kambing bisa di lakukan setelah usianya mencapai 3 – 4 bulan, setelah itu anakan kambing ini dapat di jual sebagai bakalan bibit. Sedangkan setelah umur 10 bulan ke atas barulah kambing dapat di panen untuk di ambil dagingnya.



Beternak kambing ini relatif mudah untuk di lakukan. Sebenarnya kalau pemilihan bibitnya benar sehingga mendapatkan bibit yang bagus dan sehat, serta kebersihan kandang yang kita selalu jaga maka tidak perlu khawatir akan penyakit yang mengancam. Memang di butuhkan ketekunan dan kesabaran dalam beternak kambing, karena waktu yang di butuhkan sampai dengan masa panen cukup lama. Namun, hasilnya cukup lumayan kalau dilakukan secara intensif dalam jumlah cukup banyak.

Sukses Budidaya Domba






Jual Aspergillus niger untuk fermentasi Pakan Ternak
Telp. 087731375234


Domba adalah salah satu hewan ternak yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Daging Domba memiliki cita rasa yang cukup disukai oleh banyak kalangan, sehingga permintaan daging domba semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hewan domba memiliki produktifitas yang cukup tinggi dan mudah dibudidayakan. Oleh karena itu, semakin banyak orang yang tertarik untuk membudidayakan domba secara intensif. Seperti halnya dengan kambing, domba memiliki produktivitas yang baik dari segi performanya, hasil produksinya meliputi bulu, daging, susu yang mengandung nilai gizi yang baik dan anakannya serta kotoran yang dapat di jadikan pupuk kandang. Selain itu domba cenderung tidak memiliki bau yang menyengat seperti kambing, sehingga tidak mengganggu sekitar area kandang domba.
Dalam beternak domba, manajemen cara ternak penting dikuasai agar produktifitas tinggi. Semakin cepat proses pemeliharaannya maka akan semakin mendapatkan keuntungan yang besar bagi peternak. Berikut cara ternak domba yang dapat mempercepat proses pemeliharaan.
1. Memilih Bibit Domba Unggul
A. Syarat Calon Induk Betina
B. Syarat Calon Induk Jantan
2. Kandang Domba
Berikut Adalah Syarat Kandang Domba Yang Baik :
Tipe Kandang Domba
Perlengkapan Kandang Domba
3. Pakan Domba
A. Pakan Hijauan
B. Pakan Kosentrat
C. Suplemen Organik
4. Pemeliharaan Ternak Domba
5. Penyakit Pada Domba Dan Solusilnya
A. Penyakit Cacingan
B. Kudis
1. Memilih Bibit Domba Unggul
Cara ternak domba diawali dengan pemilihan bibit domba yang tepat dan benar. Jika salah dalam memilih bibit domba, maka pengeluaran akan jauh lebih banyak. Selain itu pertumbuhan domba akan tidak optimal.



Hal ini dikarenakan pemilihan bibit adalah faktor yang penting dalam menghasilkan domba-domba berkualitas tinggi. Bibit domba unggul didapat dari indukan yang baik.
Berikut adalah syarat calon indukan domba betina dan jantan yang baik.

A. Syarat Calon Induk Betina
ciri ciri domba betina
Pililah indukan domba betina yang sehat, dengan ciri-ciri seperti berikut :
Memiliki badan yang panjang, besar, dan simetris
Selaput mata tidak pucat
Badan tidak terlalu gemuk
Bulu tidak kusam dan kaku
Tidak cacat fisik
Ambing besar, putting lengkap dan tidak bepotensi penyakit
Umur 1,5 – 2 tahun
Bentuk perut normal
Memliki nafsu kawin yang tinggi dan ekor normal
B. Syarat Calon Induk Jantan
ciri ciri domba jantan
Pilih pejantan yang sehat dengan ciri-ciri :
Memiliki badan yang panjang, besar, seimbang, dan simetris
Selaput mata tidak pucat
Badan tidak terlalu gemuk
Bulu tidak kusam dan kaku
Tidak cacat fisik
Cuping hidung lembab
Terdapat sepasang testis, bentuk normal, tonjolan tulang pada kaki besar
Umur minimal 1,5 tahun
Berasal dari induk yang melahirkan anak 2 ekor atau lebih
Itulah syarat calon indukan domba yang baik. Dengan memilih calon indukan yang seperti kami jelaskan diatas, maka bibit domba yang dihasilkan pun akan menjadi bibit domba unggul.
2. Kandang Domba
kandang domba
Langkah selanjutnya dalam ternak domba yaitu membuat kandang domba. Kandang sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan serta dapat membatasi ruang gerak domba agar dapat di awasi dengan baik.
Dalam membuat domba, dulur-dulur harus mengetauhi persyaratan kandang domba. Dengan kandang domba yang baik, maka diharapkan domba akan terhindar dari stres hingga kematian.
Berikut Adalah Syarat Kandang Domba Yang Baik :
Kandang harus kuat
Bahan kandang terbuat dari kayu
Kandang mendapat sinar matahari yang cukup, ventilasi cukup, terhindar dari banjir, mudah di bersihkan
Terdapat lubang penampungan kotoran
Terdapat saluran pembuangan di sekitar kandang


Setelah mengetahui syarat kandang domba, kini dulur-dulur bisa memilih tipe kandang domba. Ada 3 tipe kandang domba yang perlu dulur-dulur ketahui.
Tipe Kandang Domba
Ada beberapa jenis kandang untuk domba antara lain :
Kandang ganda, posisi ternak saling behadapan (head to head)/bertolak belakang (tail to tail)
Kandang tunggal, dalam satu kandang di tempati satu ternak dengan posisi satu baris, pada bagian belakang terdapat selokan untuk pembuangan kotoran
Kandang lemprak, biasanya untuk domba kereman. Kandang ini tidak di alasi dengan kayu, tetapi beralas kotoran dan sisa hijauan. Dalam kandang di lengkapi dengan keranjang berisi rumputyang di letakkan di atas alas. Untuk pemberian pakan sengaja di beri untuk berlebih agar menghasilkan banyak kotoran dan 1-6 bulan kotoran di bongkar.

Perlengkapan Kandang Domba
Setelah membuat kandang domba, dulur-dulur harus melengkapi perlengkapan ini agar ternak domba dulur-dulur bisa menjadi maksimal. Berikut adalah perlengkapan kandang domba :
Tempat pakan dan minum
Lampu
Ember, Sekop, sapu, sikat, tali, selang air
Alat kesehatan
Timbangan
Chooper

3. Pakan Domba
Pemberian pakan domba harus sesuai dengan kebutuhan ternak domba yaitu untuk proses pertumbuhan, reproduksi, dan produksi. Maka dari itu pakan yang di berikan harus terdiri dari zat-zat berupa protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin dan air.
Pada umumnya domba mengkonsumsi pakan sebanyak 10 hingga 20% dari bobot tubuhnya, sedangkan minum sebanyak 3-4 liter sehari.
Kebutuhan pakan pada domba harus sangat diperhatikan. Biasanya dalam sehari domba mengkonsumsi pakan hijau seperti rumput dan daun-daunan sebanyak 10-20% dari bobot tubuh. Sedangkan minum 3-4 liter sehari. Pakan domba terdiri dari 2 hal, yaitu pakan hijauan dan pakan kosentrat.

 A. Pakan Hijauan
Pakan hijauan terdiri dari rumput dan dedaunan (leguminosa). Pakan hijauan ini dapat di berikan dalam keadaan segar/fermentasi.

 Pemberian pakan hijauan yaitu 3-4% bahan kering dari bobot hidup. Pakan hijauan yang baik adalah yang belum terlalu tua dan belum menghasilkan bunga. Hiajaun yang masih muda memiliki kandungan protein kasar yang tinggi juga memilki kadar air yang tinggi.
Untuk memgurangi kadar air pada pakan hijauan yaitu dengan cara di layukan/fermentasi. Hijauan merupakan pakan utama bagi ternak ruminansia dan berfungsi sebagai sumber gizi yaitu protein, sumber tenaga, vitamin dan mineral.
Bagi dulur-dulur yang belum mengetahui cara fermentasi pakan ternak, dapat kunjungi link berikut
B. Pakan Kosentrat
Pakan konsentrat untuk domba pada umumya sebagai bahan baku yang memiliki kandungan serat kasar <18% dan mudah di cerna. Pada periode pemacak untuk pejantan sebaiknya di beri lebih banyak konsetrat ± 1kg.
C. Suplemen Organik
Berikan suplemen organik yang berfungsi untuk menunjang penyerapan nutrisi dari pakan. Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak merupakan suplemen organik cair 100% berbahan organik dan mengandung 5 bakteri yang menguntungkan.
Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak berfungsi untuk membantu penyerapan nurtrisi dari pakan, menekan adanya penyakit, meingkatkan system imun pada ternak serta menghemat biaya pakan dan pengobatan. Dengan pemberian Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak pada domba, maka dapat meningkatkan perfoma dan produktivitas ternak domba.
4. Pemeliharaan Ternak Domba
Untuk menjaga kesehatan ternak domba yang harus di perhatikan yakni dari kebersihan kandang serta lingkungan sekitar. Hal ini sangat berpengaruh tehadap tingkat wabah penyakit yang menyerang.
Ada beberapa tahapan untuk membersihkan domba dan lingkungan kandang :
Domba di mandikan seminggu sekali
Cukur bulu mencegah bulu menggumpal
Potong kuku yang panjang mencegah kontaminasi bakteri
Semprot dengan disinfektan lingkungan sekitar kandang
Bersihkan kandang dari kotoran dan sisa pakan
Cek rutin gudang penyimpanan pakan untuk mencegah tumbuhnya jamur


5. Penyakit Pada Domba Dan Solusilnya
domba sakit

Penyakit yang sering menyerang domba yaitu cacingan dan kudis. Agar dulur-dulur bisa mengatasi serangan penyakit cacingan dan kudis, berikut akan kami berikan gejala dan cara mengatasinya.
A. Penyakit Cacingan
Pada umumnya, penyakit cacingan disebabkan oleh parasit cacing dari golongan cacing gilig.
Gejala serangan penyakit cacingan pada domba yaitu:
Domba kurus,
Nafsu makan turun,
Mata sayu,
Hidung dan mulut kering,
Diare,
Kotoran cenderung lembek,
Bulu kusam,
Terkadang ada beberapa cacing yang ikut keluar bersama kotoran.
Solusinya jika domba terkena penyakit cacingan yaitu dengan memberikan obat cacing secara rutin, biasanya diberi albendazol (harus petugas vet). Kemudian berikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak agar dapat mengembalikan nafsu makan domba.
Pencegahan penyakit cacingan yaitu dengan menjaga kebersihan kandang. Jadi dulur-dulur harus mengusahakan kandang domba jangan terlalu lembab dan sisa makanan jangan terlalu lama di dalam kandang.
B. Kudis
Penyakit kudis disebabkan oleh parasit kulit, penyakit ini dapat menular ke manusia.
Jika terdapat domba yang terkena penyakit kudis, maka pisahkan domba yang sakit dengan domba yang lain. Agar penyakit kudis tidak menular ke domba yang sehat lainnya.
Gejala penyakit kudis, yaitu :
Domba terlihat gatal-gatal,
Domba akan menggosok-gosokan tubuhnya,
Bulu rontok,
Timbul bercak berwarna abu-abu pada tubuh.
Jika ternak domba terkena penyakit kudis, maka cara pengobatannya yaitu:
Mencukur bulu domba,
Kemudian kerok bagian kulit yang terkena kudis
Bersihkan dengan air hangat
Kemudian oleskan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak
Fungsi mengoleskan suplemen organik cair GDM spesialis ternak pada kulit domba yaitu untuk merangsang pertumbuhan bulu lebih cepat dan lebih mengkilap.
Cara penjegahan penyakit kudis pada ternak domba yaitu dengan mencagah kebersihan domba, cucilah tangan sebelum dan sesudah memegang domba.
Itulah cara ternak domba yang terbukti ampuh, cara ini sangat mudah dipahami bahkan untuk pemula sekalipun. Jika dulur-dulur ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai cara ternak domba, bisa kita diskusikan lebih lanjut di kolom komentar, livechat, ataupun whatsapp kami.