Senin, 06 Januari 2020

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Gabus Secara Intensif


Jual Aneka Culture Mikroba
087731375234




            Ikan gabus adalah salah satu jenis ikan tawar yang saat  ini mulai banyak dibudidayakan. Ikan gabus memiliki nilai jual yang cukup tinggi sekitar tujuh puluh ribu per kg. selain rasanya yang nikmat, ikan gabus juga memiliki nilai gizi yang tinggi sehingga ikan gabus mulai banyak diminati konsumen. Oleh karena itu, beberapa kuliner menjadikan ikan gabus sebagai salah satu menu masakan yang sangat menarik konsumen. Ikan gabus juga dapat diolah menjadi produk olahan lain seperti nugget, diambil minyak albumin nya, dan lain-lain. Beberapa pakar menjelaskan bahwa Ikan gabus mengandung asam amino esensial dan non-esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Tidak hanya itu saja, ikan ini juga dapat membantu dalam proses penyembuhan luka bakar, infeksi paru-paru, hepatitis, hingga memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh yang sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil, bayi, dan anak-anak.
Naiknya permintaan ikan gabus menjadi peluang yang menarik untuk membudidayakan ikan gabus secara intensif. Budidaya ternak ikan gabus memang masih belum popular dibandingkan dengan budidaya ikan air tawar lainnya seperti  ikan lele, patin, gurameh atau pun nila. Budidaya ikan gabus terbilang cukup mudah baik dari segi pembibitan,pembesaran dan perawatan, serta pemberian pakan. Ikan gabus juga memiliki daya tahan hidup yang bagus tidak mudah mati. Berikut beberapa tahapan proses budidaya ikan gabus:


Channa Gacua (Jenis ikan gabus paling kecil, berbentuk mirip ular, licin, dan lincah seperti lele)
1.Pemilihan jenis kolam
Budidaya ikan gabus dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis kolam, yaitu kolam tanah, kolam terpal, maupun kolam beton. Pemilihan kolam budidaya yang akan kita gunakan bisa disesuaikan dengan modal awal yang kita miliki.
a. Kolam Terpal ; Sangat cocok untuk lokasi yang tidak mudah mendapatkan air, menjaga kestabilan suhu di kolam, tidak terlalu berbau, lebih mudah untuk melakukan pemanenan.
b. Kolam Beton; air di dalam kolam beton tidak akan mudah kotor dan lebih higenis karena tidak langsung bersentuhan dengan tanah, struktur kolam jauh lebih awet dibandingkan dengan struktur kolam lainnya, lebih tanah lama dan tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus, mudah dibersihkan jika sudah memasuki masa panen, ikan yang dihasilkan tidak akan berbau tanah atau lumpur.
c. Kolam Tanah; Ikan bisa mendapatkan pangan alami yang membantu dalam menjaga agar ikan tumbuh dengan lebih sehat, perairan yang dihasilkan di dalam kolam akan lebih subur apabila dilakukan proses pemupukan terlebih dahulu sebelum mengolah kolam, proses pergantian air yang biasanya bersumber dari aliran sungai tentu akan memberikan tingkat tinggi dari masuknya pangan alami.
2. Pemilihan Indukan Ikan Gabus
Sebelum melakukan budidaya ternak ikan gabus, tentu kita harus memilih indukan dengan kualitas yang baik terlebih dahulu. Ada beberapa perbedaan antara induk jantan dan betina, yang dapat dilihat sebagaimana berikut: Ikan gabus jantan biasanya memiliki bentuk kepala oval sedangkan betina memiliki kepada bulat Warna tubuh ikan gabus jantan sedikit gelap sedangkan betina terdapat warna kontras yang cukup terang. Lubang genital pada ikan gabus jantan biasanya berwarna merah dan apabila ditekan maka akan keluar cairan bening sedangkan pada betina jika ditekan pada bagian perut akan mengeluarkan telur, bertekstur lembek dan cenderung berukuran lebih besar dari pada perut ikan gabus jantan.
3. Memilih Pemijahan dan Proses Penetasan Telur
Pemijahan adalah sebuah proses yang dimana adanya pelepasan telur beserta sperma pada induk ikan yang nantinya akan menghasilkan pembuahan. Namun, tentunya proses ini baru bisa dilakukan apabila kita sudah menemukan indukan yang cocok. Proses berawal dari sekitar 20 hingga 30 indukan yang dicampurkan ke dalam satu kolam yang sama, dan biarkan selama 3 atau 4 hari. Nah, proses pemijahan tersebut, usahakan agar air tetap mengalir. Kita juga bisa menambahkan beberapa tanaman air ke dalam kolam selama pemijahan. Sekali proses pemijahan, induk betina biasanya akan menghasilkan hingga 11.000 butir telur. Telur-telur tersebut biasanya juga akan menetas dalam waktu kurang dari sehari. Aturlah suhu kolam hingga mencapai 28 derajat celcius dan biarkan anak ikan gabus yang telah menetas tersebut tanpa makanan karena mereka sudah memiliki cadangan makanan untuk kurang lebih 2 hari an.
4. Perawatan Larva Ikan Gabus
Proses budidaya ternak ikan gabus selanjutnya yang perlu kita lakukan yaitu perawatan larva ikan gabus. Ada beberapa langkah persiapan yang harus kita ketahui, yaitu:
a. Perawatan ketika menginjak usia 2 hari
Seperti yang telah disinggung di paragraf sebelumnya bahwa para larva ikan gabus yang baru menetas memiliki cadangan makanan selama 2 hari, dan setelah itu kita harus lanjut memberikan mereka makanan seperti artemia sebanyak 3 kali sehari agar larva-larva tersebut bisa tumbuh lebih cepat.
b. Perawatan ketika berumur 5 hari
Ketika larva menginjak usia 5 hari, kita tetap memberikan makan sebanyak 3 kali sehari dan jika perlu sisipkan pula makanan tambahan seperti Daphina.

5. Penebaran Benih
Penebaran benih ikan gabus biasanya dilakukan ketika usia anakan menginjak 2 minggu. Nah, biasanya penebaran benih ini akan dilakukan ketika larva atau benih belum diberi makan dan pada pagi hari. Setelah berlangsung 2 hari, barulah petani ikan akan memberikan pangan pada umumnya, seperti pellet atau makanan buatan pabrik.
6. Pemberian Pakan
Pakan ikan gabus bisa menggunakan pellet. Selain itu, ikan gabus juga bisa mengkonsumsi jenis makanan lainnya seperti anakan rayap, sisa daging ampasan yang ada di dapur ataupun ikan teri. Kita juga bisa membuat campuran makanan sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang ada, seperti ampas tahu, bekatul, ikan teri dan jagung. Rebus seluruh bahan tersebut dan giling seluruhnya menjadi satu sebelum pada akhirnya di jemur.

Perlu diperhatikan bahwa ikan gabus memiliki sifat kanibal, sehingga kita harus melakukan pengontrolan sesering mungkin, terutama dalam hal memberi makan. Karena apabila kita telah memberi makan, tidak menutup kemungkinan para ikan gabus akan memangsa satu sama lain yang akan menimbulkan kerugian.
7. Proses Panen
Panen adalah masa yang ditunggu-tunggu. Proses pemanenen dapat dilakukan secara bertahap di dalam setiap kolam. Pemanenan harus menyesuaikan tingkat kebutuhan pasar. Selain itu, pemanenan juga harus memperhatikan ukuran ikan gabus yang diminta konsumen.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi anda untuk berwirausaha…!
Selamat mencoba!

0 comments:

Posting Komentar